2 April 2026

Monica Putri Rasyid dan Nadhif Kasyvilla Menikah dalam Romantisisme Tuscany


PHOTOGRAPHY BY Amrit Photography

Monica Putri Rasyid dan Nadhif Kasyvilla Menikah dalam Romantisisme Tuscany

Dalam dunia yang luas dengan begitu banyak perbedaan, cinta sering kali menemukan jalannya melalui benang tak terlihat yang menghubungkan dua hati—sebuah konsep yang kerap disebut Invisible String Theory. Tali tak kasat mata yang mengikat kita dengan seseorang yang ditakdirkan untuk kita. Monica Putri Rasyid dan Nadhif Kasyvilla adalah bukti nyata bagaimana semesta memainkan perannya. Monica, seorang profesional muda asal Kalimantan Tengah, yang menghabiskan masa kecil di Singapura dan Australia. Setelah membangun karier profesional, ia kini bekerja sebagai pengusaha, mengembangkan perusahaan keluarga dengan memimpin divisi komersial di sektor pertanian serta sektor properti.

Monica juga mendirikan Yayasan Abdul Rasyid yang telah membangun dan mengelola 18 sekolah di Kalimantan Tengah. Sedangkan Nadhif tinggal di Jakarta dan sejak kecil tumbuh besar di tengah hiruk pikuk Ibu Kota. Laki-laki ini menyelesaikan kuliah studi marketing dan sempat berkarier di industri perhotelan, sebelum akhirnya fokus menjalankan bisnis keluarga dengan memimpin perusahaan Maktour Group. Monica Putri Rasyid dan Nadhif Kasyvilla, keduanya memiliki segala hal untuk membuat kisah mereka tidak mungkin terjadi: jarak geografis, karier yang berbeda, hingga kehidupan yang nyaris tak bersinggungan. Namun, seperti ada benang halus yang selama ini merangkai hidup mereka. Melalui peristiwaperistiwa kecil, takdir menyusun jalan untuk mempertemukan dua hati yang ternyata sudah lama saling terhubung, meski tanpa mereka sadari.


Pasangan ini pertama kali bertemu pada 8 November 2022 dalam suasana yang formal. Pada hari itu, perusahaan Monica dan perusahaan Nadhif sama-sama sedang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Keduanya saling berkenalan dan berbincang. Usai bertukar cerita, percakapan singkat membuka fakta bahwa perusahaan Monica dan Nadhif rupanya sama-sama berpusat di Kalimantan Tengah dan keluarga mereka berdua ternyata sudah lama saling mengenal sejak era 1990-an. Selama lima bulan sejak pertama kali berkenalan, relasi yang awalnya profesional, berjalan lebih dalam dan intens kendati Monica dan Nadhif tinggal di kota yang berbeda. Percakapan yang tadinya formal, lama-kelamaan berubah menjadi persahabatan hangat lalu bertumbuh menjadi cinta yang tak terelakkan.

“Di setiap percakapan, saya dan Nadhif menemukan kegembiraan yang hangat dan kenyamanan yang tak terjelaskan, seolah hati kami telah saling mengenal jauh sebelum kata-kata terucap. Kami berbagi cerita, bertukar kisah, dan perlahan menyadari bahwa langkah berikutnya adalah memulai perjalanan bersama, meski jarak memisahkan. Dalam hubungan jarak jauh, kami menyusun rencana dengan hati-hati—berjanji untuk bertemu setidaknya sekali sebulan, agar rindu tidak terlalu lama bersemayam. Kejutan manis lalu datang saat kami memberi tahu orangtua tentang hubungan ini. Dengan tawa penuh haru, mereka mengungkap rahasia yang telah lama terpendam: selama bertahun-tahun orangtua diam-diam mencoba menjodohkan kami—upaya yang selalu gagal, hingga kini semesta menyempurnakan rencana-Nya,” cerita Monica.


Semesta seakan merangkai jalannya sendiri untuk menyatukan dua hati yang telah lama saling terhubung. Salah satu kenangan berharga bagi Monica adalah saat ia dan Nadhif akhirnya bertemu di Jakarta, dalam sebuah makan malam yang penuh tawa dan percakapan mendalam. Momen itu mengalir begitu sempurna, hingga waktu terasa berhenti, dan mereka menjadi tamu terakhir di restoran. “Malam itu seperti adegan dari film komedi romantis,” kenang Monica, “di mana cinta sejati terasa begitu nyata dan tulus, seperti takdir yang merajut hidup dua sejoli untuk bersama selamanya.” Namun, seperti kisah cinta lainnya, perjalanan mereka tak luput dari tantangan. Jarak menjadi rintangan terbesar, menghadirkan rindu yang menggantung di setiap momen kecil yang tak bisa mereka bagikan bersama. Meski begitu, dengan hati yang saling berjuang, mereka membangun hubungan yang kokoh—berdiri teguh di atas kepercayaan, pengertian, dan komunikasi yang tak pernah lelah terjalin.



Hubungan jarak jauh tidak selalu mudah. Jarak sering kali menghadirkan tantangan dan rindu yang mendalam. Takdir kembali mempertemukan Monica dan Nadhif secara kebetulan di Jepang—saat keduanya sedang liburan dengan keluarga masing-masing. Di tengah keindahan musim dingin Tokyo 17 Desember 2023, di Taman Nasional Shinjuku Gyoen, Nadhif berlutut dan melamar Monica di tempat yang penuh kenangan. Dengan penuh haru, Monica mengiyakan, dan momen itu menjadi awal dari babak baru kehidupan mereka.

“Sejak pertama kali bertemu Monica, saya menyadari hubungan ini merupakan sesuatu yang istimewa. Cinta saya dan Monica menjadi landasan paling kuat yang kami andalkan saat menjalani long distance relationship. Lalu saya tersadar, mengapa harus menunggu lebih lama lagi untuk menikahinya? Monica adalah masa depan saya, dan saya tidak ingin menyianyiakan waktu dengan hidup lebih lama lagi tanpa dia di sisi saya. Hari itu saya dan Monica sedang liburan bersama keluarga, seketika saya ingin memanfaatkan momen itu untuk melamarnya menjadi istri saya,” ujar Nadhif Kasyvilla.



Monica dan Nadhif menggelar acara pernikahan dalam tiga babak perayaan cinta. Dua perayaan pertama diadakan di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, dan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, sedangkan perayaan ketiga digelar di Castiglion del Bosco, Il Borgo, yang terletak di kawasan perkebunan Tuscany yang luas nan indah. Di antara pepohonan dan suasana pedesaan yang indah, Monica dan Nadhif merayakan cinta sejati bersama orang-orang terdekat. Disaksikan oleh lanskap alam yang syahdu nan memukau, keduanya memulai babak baru kehidupan—sebuah kisah cinta yang dirajut dengan kenangan, perjuangan, dan mimpi indah yang menjadi nyata.

“Saya selalu menyukai suasana musim gugur dengan pepohonan yang berubah dengan indah. Kami berdua juga sama-sama mencintai alam dan saya memimpikan tinggal di sebuah rumah di pedesaan, seperti yang ada di film favorit saya, Under the Tuscan Sun,” cerita Monica.


Tuscany sering dianggap sebagai salah satu bagian Italia yang paling indah, tempat yang dipilih Monica dan Nadhif untuk merayakan hari istimewa mereka. Dimulai dengan bridal brunch yang digelar satu hari sebelum hari resepsi pernikahan, acara jamuan diselenggarakan di area main pool Castiglion del Bosco, Il Borgo, dengan pemandangan langit dan perbukitan Tuscany. Dominasi rona kuning yang berpadu dengan eloknya warna hijau, menyelimuti setiap sudut dekorasi.



Rangkaian acara berikutnya acara jamuan welcome dinner di mana area Il Borgo diubah menjadi pasar malam ala Tuscan. Beratapkan langit indah Tuscany dan perbukitan sebagai latar, suasana meriah yang penuh warna cerah menyambut tamu undangan yang hadir. “Kami terinspirasi dari keindahan kebun anggur Castiglione del Bosco, di mana teman dan keluarga berkumpul menikmati hidangan khas Italia. Suasana begitu ceria sekaligus hangat terlebih saat Nadhif mengucap kata sambutan dengan penuh haru. We truly felt blessed,” cerita Monica.


Beralih ke acara yang lebih intim yakni sesi wedding vow yang begitu syahdu. Pesona alam Tuscany menyelimuti prosesi sakral dengan latar arsitektur kastil, sinar matahari memancarkan cahaya pada area wedding aisle yang penuh hamparan bunga rona putih. Pada 15 Oktober 2024, disaksikan keluarga dan teman terdekat, Monica dan Nadhif mengikrarkan janji suci dengan penuh syahdu.

“Setelah menggelar acara akad dan resepsi tradisional di Indonesia dengan keluarga besar dan tamu undangan, kami ingin sesuatu yang berbeda untuk pernikahan di Tuscany—sebuah perayaan intim bersama orangorang terdekat. Janji suci kami ucapkan dalam suasana yang sangat privat, momen sederhana penuh makna di reruntuhan kastil nan indah yang seolah hanya milik kami berdua. Saya dan Nadhif juga mengikuti tradisi Tuscan, mengunci janji suci dalam botol anggur yang akan dibuka lima tahun lagi, untuk melihat sejauh mana cinta kami bertumbuh. Sungguh saya dan Nadhif sangat senang bisa mempertemukan orang-orang terkasih di tempat yang begitu menakjubkan, Castiglion del Bosco. Saya bersyukur atas kelancaran seluruh rangkaian hari bahagia kami meski saya menyadari betapa penting untuk menikmati proses karena di balik upaya mewujudkan pernikahan sempurna, tak kalah penting adalah perjalanan indah bersama pasangan kita. Kami memilih untuk memercayakan setiap detail pada wedding planner dan vendor untuk menciptakan pengalaman yang bermakna karena pada akhirnya, yang akan dikenang adalah momen-momen hangat yang kita ciptakan dan bagikan dengan pasangan dan orang-orang tercinta,” ujar Monica.