10 April 2026

Clarissa Levina dan Hanson Hubert Mengikat Janji Suci dalam Elegansi Klasik khas 'Bridgerton'


PHOTOGRAPHY BY Tonny Valenzio

Clarissa Levina dan Hanson Hubert Mengikat Janji Suci dalam Elegansi Klasik khas 'Bridgerton'

Clarissa dan Hanson memulai kisah mereka di sebuah universitas yang sama. Sebuah cerita cinta yang berawal dari pertemuan sederhana hingga akhirnya membawa mereka pada pernikahan yang memukau di ballroom megah St. Regis Jakarta. Kisah mereka penuh liku, dimulai dari pertemuan tak terduga di Sydney, Australia, sampai Florence di Italia, tempat Hanson melamar Clarissa. Takdir mempertemukan mereka melalui adik Hanson, yang lebih dulu menjadi teman dekat Clarissa. Keduanya sering bertemu di gereja yang sama, hingga satu hari, hidup membawa mereka pada sebuah titik yang tak terduga. Ketika Clarissa memutuskan untuk pindah ke Sydney demi melanjutkan studi, adik Hanson menawarkan solusi: “Saya juga sedang mencari housemate. Kakak saya akan kembali ke Indonesia,” katanya. Kakak yang dimaksud, tentu saja, adalah Hanson.

Clarissa pun mengunjungi apartemen yang akan menjadi tempat tinggalnya, dan di sanalah pertama kali ia bertemu Hanson. Setelah melihat-lihat, Clarissa merasa cocok dan memutuskan tinggal bersama adik Hanson di apartemen tersebut. Kehidupan mereka di Sydney dimulai sebagai housemate, yang secara perlahan berkembang menjadi persahabatan yang erat. Kedekatan mereka juga mempererat hubungan kedua keluarga, menciptakan ikatan yang lebih dalam.


Namun, cinta tidak muncul begitu saja. Hanson, yang sering bolak-balik ke Indonesia, diam-diam sudah tertarik pada Clarissa sejak pertemuan pertama mereka. Ia jatuh hati, tetapi kesibukan dan hubungan jarak jauh membuatnya menahan diri. Dua tahun berlalu, barulah ia memberanikan diri untuk mendekati Clarissa. Pada saat itu, Clarissa sedang disibukkan oleh rutinitas kerja dan sedang tidak mencari pasangan. Dari teman sang adik, menjadi housemate, lalu sahabat, hingga akhirnya Hanson berhasil mengubah status mereka menjadi sepasang kekasih pada akhir tahun 2019.

Momen spesial itu terjadi di Pulau Dewata. Saat Clarissa pulang ke Indonesia untuk liburan, mereka pergi ke Bali, dan di sanalah Hanson menyatakan cinta. Namun perjalanan mereka tidak mudah. Clarissa harus kembali ke Sydney untuk bekerja, sementara Hanson menetap di Surabaya. Mereka menjalani hubungan jarak jauh, berencana bertemu setiap bulan. Namun pandemi Covid-19 memaksa rencana itu berubah drastis. Selama dua tahun penuh, mereka hanya bertemu melalui layar ponsel, mengandalkan video call dan telepon untuk menjaga hubungan tetap utuh.

Meski terpisah jarak, cinta mereka bertahan. Clarissa, yang sibuk dengan pekerjaannya di Sydney, mengisi hari-harinya dengan produktif. Hanson, meski merasakan kesepian, tetap menunjukkan komitmen dan ketulusannya. “Pertengkaran dan kecemburuan memang sesekali hadir, tapi semua dapat kami hadapi dengan kedewasaan dan kepercayaan,” ujar Clarissa. Hingga akhirnya, pada akhir 2021, setelah dua tahun long distance relationship, mereka kembali bertemu secara langsung untuk pertama kalinya di sebuah hotel karantina di Jakarta. Pertemuan itu menjadi momen yang sangat berharga dan menandai babak baru hubungan Clarissa Levina dan Hanson Hubert.


Pada Desember 2023, Hanson melamar Clarissa di bukit overviewing the city of Florence, Italia. Dari awal, Clarissa tahu bahwa Hanson adalah sosok yang ia cari. “Melihat cara dia mencintai dan memperlakukan saya, saya tidak punya alasan untuk menolak. Dia selalu menunjukkan komitmen, bahkan dalam hal-hal kecil seperti memastikan saya tiba di rumah dengan selamat hingga perhatian yang tak putus. Semua itu menjadi pernyataan cinta yang tak terbantahkan. Dan jika bukan karena Hanson, mungkin saya tidak akan kembali ke Indonesia. Dia adalah alasan saya pulang dan saya melihat masa depan pada dirinya. Hanson memperlakukan saya dengan begitu hormat dan penuh kasih, memiliki visi hidup yang jelas, serta mencintai keluarga. Bersamanya, saya yakin saya akan bahagia,” tutur Clarissa dengan penuh haru.

Pernikahan Clarissa Levina dan Hanson Hubert digelar di ballroom St. Regis Jakarta, dirancang dengan visi penuh keindahan. Mengusung tema klasik dan elegan ala Bridgerton, ballroom yang megah disulap menjadi bak negeri dongeng. Ribuan lilin yang tertata vertikal dari lantai hingga langitlangit menciptakan suasana romantis nan tenang, sementara bunga-bunga putih dengan aksen cokelat beige dan marun mempercantik dekorasi. Clarissa memastikan bentuk bunga yang digunakan seragam, melambangkan keindahan yang sederhana namun memikat.

Berbeda dengan konsep tradisional, pasangan ini memilih pelaminan yang terbuka tanpa tiang atau gazebo, memungkinkan para tamu berinteraksi bebas dengan kedua mempelai. Di tengah ballroom, sebuah piano klasik menjadi pusat perhatian sebagai centerpiece, dikelilingi lilin-lilin yang menghadirkan nuansa magis untuk menambah keanggunan suasana.


Sabtu pagi di bulan Oktober 2024, pernikahan Clarissa dan Hanson menjadi perayaan cinta yang penuh keindahan. Prosesi Holy Matrimony berlangsung secara privat di ballroom St. Regis Jakarta. Upacara ini dilanjutkan dengan tradisi teapai yang penuh kehangatan. Saat sore menjelang, Clarissa dan Hanson bersiap melanjutkan acara resepsi makan malam nan istimewa. Malam resepsi digelar dengan konsep seated dinner di mana para tamu menikmati fine dining lengkap dengan sesi wine pairing. “Kami ingin semua yang hadir merasakan kenyamanan yang sama seperti yang kami rasakan. Menikmati setiap momen, bukan malah merasa lelah atau terburu-buru ingin pulang. Itulah alasan kami memikirkan setiap detail dengan hati-hati,” jelas Clarissa. Dari dekorasi hingga kurasi menu makanan, setiap detail dipikirkan dengan teliti demi menciptakan pengalaman yang berkesan.

Clarissa tampil anggun mengenakan gaun indah karya rancangan Hian Tjen, dengan detail lengan panjang dan ekor dramatis. Sebuah veil bertuliskan “He has made everything beautiful in its time,” menambah makna mendalam pada hari spesial itu. Sebuah pernyataan yang menjadi simbol perjalanan cinta mereka—cinta yang penuh kesabaran, pengorbanan, dan keindahan pada waktunya.


Sesi pemberkatan yang dimulai pada pagi hari itu berhasil terangkai dengan sempurna bersama atmosfer syahdu yang penuh kedamaian. Malam harinya, rangkaian acara pernikahan Clarissa Levina dan Hanson Hubert dilanjutkan dengan resepsi. Clarissa tampak memesona dalam balutan gaun berwarna putih rancangan desainer Indonesia, Hian Tjen, yang mengedepankan detail lace nan cantik. Penggunaan bunga satu warna semakin menegaskan konsep klasik nan elegan yang menjadi panduan utama kedua mempelai dalam merancang tatanan visual di hari bahagia.

Di hari pernikahan mereka yang penuh cinta dan romansa, keduanya tidak hanya merayakan kisah cinta mereka, tetapi juga berbagi kebahagiaan dengan orang-orang terdekat yang telah menjadi bagian dari perjalanan mereka. Dinaungi sinar lilin yang temaram, diiringi lantunan musik yang lembut, Clarissa dan Hanson memulai babak baru dalam hidup mereka. Sebuah kisah yang dimulai dari pertemanan sederhana di Sydney, berlanjut menjadi cinta sejati yang tak terpisahkan.