2 April 2026

Dalam konsep 'Wedding in Cana', Mitha Komala Menikahi Reyner Kwandy Di Tengah Atmosfer Magis Kyoto


Dalam konsep 'Wedding in Cana', Mitha Komala Menikahi Reyner Kwandy Di Tengah Atmosfer Magis Kyoto

Selalu ada cara unik tentang bagaimana semesta bekerja, termasuk dalam merangkai berbagai pertemuan istimewa. Seperti apa yang terjadi pada pasangan Mitha Komala dan Reyner Kwandy. Mitha Komala, seorang baker entrepreneur dengan latar belakang pendidikan mode dan kuliner, memiliki kegemaran pada dunia seni, kuliner, mode, serta menjelajahi dunia. Di sela kesibukannya, Mitha menikmati hobi membaca buku dan bermain bersama anjing kesayangannya. Sementara itu, Reyner Kwandy, anak laki-laki satusatunya di antara tiga bersaudara, menempuh pendidikan Teknik Sipil dan kini dalam profesinya merancang pembangunan gedung-gedung di Sulawesi, sembari memupuk mimpi besarnya untuk suatu hari membangun tim sepak bola nasional.


Kisah cinta mereka berawal di Bali, di bawah sinar keemasan matahari terbenam yang memancarkan romansa. Tanpa direncanakan, keduanya tak sengaja bertemu ketika tiba-tiba saling diperkenalkan oleh seseorang yang berkawan dengan Mitha dan Reyner. Seorang mutual friend menjadi awal yang membawa dua sejoli dalam percakapan nan hangat. Saat itu Agustus 2021, Mitha merasa seperti bertemu seorang sahabat lama yang selalu ia cari. Meski berbeda dalam cara mengambil keputusan, perbedaan itu justru mendekatkan keduanya, membuat mereka berdua belajar untuk memahami satu sama lain lebih dalam.


Cinta mereka diuji oleh jarak dan tantangan, namun selalu menemukan jalan untuk kembali bersama. Reyner melamar Mitha di Bali dengan kesederhanaan yang intim, dan beberapa bulan kemudian mereka merayakan cinta di Paris, kota yang sarat dengan keindahan dan keabadian romansa. Pada Desember 2022 di Bali dan Juni 2023 di Paris, komitmen keduanya menjadi nyata. Di sana, Reyner mencurahkan isi hatinya, membuat Mitha merasa bahwa ia memang ditakdirkan untuk mencintai laki-laki ini sepenuh hati.



Pada 11 November 2024, Mitha dan Reyner mengikat janji suci di Westin Miyako Kyoto, Jepang. Tempat ini memiliki keunikan tak tertandingi: resor yang berada di kaki pegunungan Kacho, lengkap dengan suaka alami bagi lebih dari 50 spesies burung liar. Di tengah deru air terjun yang menenangkan dan kicauan burung, mereka mengucap janji di bawah naungan hutan asri yang terasa seperti dunia dongeng. Keajaiban nyata terjadi ketika Imperata Cylindrica, sebuah tanaman rumput liar yang dikenal langka, tumbuh untuk pertama kalinya dalam seratus tahun di taman Kyoto, menjadikan hari bahagia Mitha dan Reyner semakin istimewa.

Dalam konsep Wedding in Cana, Mitha dan Reyner ingin menghadirkan sebuah perayaan yang memadukan keajaiban alam dengan keindahan yang abadi. Prosesi Holy Matrimony diadakan dengan tema putih yang melambangkan kemurnian, berlangsung begitu khidmat. Sementara suasana dinner reception berhiaskan dekorasi rona merah marun dan emas, simbol kemewahan dan kehangatan. “Kyoto adalah tujuan liburan favorit keluarga kami berdua. Kota yang diperintahkan agar tidak dibom selama Perang Dunia ini begitu indah dan masih dapat dirasakan romantisnya hingga saat ini,” ujar Mitha.


Selain lokasi dan lanskap nan memukau, gaun pengantin yang dikenakan Mitha begitu menawan hingga menjadi salah satu aspek penting dalam pernikahannya. Mempelai perempuan memilih rancangan Oscar de la Renta yang klasik nan elegan, serta gaun spektakuler karya desainer mode Hian Tjen yang terinspirasi era Great Gatsby. “Busana yang saya kenakan saat Holy Matrimony merupakan gaun Oscar de la Renta, sosok yang menjadi inspirasi utama bagi saya. His vision was always to dress up a woman at her best. Sedangkan gaun lainnya dirancang oleh Hian Tjen, yang saya yakin juga memiliki visi yang sama,” ujar Mitha.



Di tengah keberadaan 100 tamu di kota favorit mereka, Kyoto, setiap detik terasa seperti keajaiban. Dari acara jamuan makan malam hingga pesta yang penuh tawa dan musik, semuanya dirancang dengan penuh cinta. Reyner, yang dikenal sebagai seorang introver, memberikan kejutan tak terlupakan dengan menyanyikan lagu favorit Mitha bersama sahabatnya. Tak hanya itu, kehadiran seorang teman yang jauh datang ke Jepang untuk memimpin Holy Matrimony mereka, kian menambahkan lapisan emosional pada hari bahagia. Namun momen paling menggetarkan hati adalah saat Mitha dan Reyner mengucapkan janji pernikahan dan menyampaikan rasa terima kasih kepada orangtua. Air mata kebahagiaan tak dapat terbendung, mengingat perjalanan cinta mereka yang penuh liku namun begitu indah.


Kini, Mitha begitu bahagia menjalani hari-harinya sebagai seorang istri. “I feel like I need to act more mature, and somehow I feel like I am calmer that I ever was. Setiap pagi, saya bersemangat membuat sarapan untuk suami dan betapa bahagia ketika kita tahu kita tidak lagi sendiri dalam menghadapi apa pun, termasuk tidak akan pernah bangun tidur sendirian. Dan rasanya menyenangkan, ketika melihat sepasang sepatu atau barang-barang milik Reyner ada di rumah. Rasanya hidup tak lagi sama dan pernikahan telah mengubah perspektif saya tentang arti cinta dan komitmen. It is easy to fall in love, but to stay in love requires partnership from both parties to date one another all over again,” ujar Mitha Komala.