22 September 2026
Manifestasi Seni Kontemporer Jeff Koons dalam Koleksi Terbatas Hublot
(Photo DOC. Courtesy of Hublot)
Hublot kembali membawa seni kontemporer ke dalam dunia horologi. Kali ini, sang rumah horologi Swiss menggandeng Jeff Koons. Seniman asal Amerika Serikat itu didapuk sebagai kolaborator baru, sekaligus ambasador teranyar. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Selama lebih dari empat dekade, Koons membangun praktik artistiknya dengan mentransformasikan objek sehari-hari menjadi karya monumental. Ia bermain skala, material, serta teknik. Pendekatan Koons ini resonan terhadap Art of Fusion yang diusung Hublot. Sejak tahun 1980, Hublot telah membangun reputasi melalui gagasan berani menjembatani tradisi dan inovasi lewat eksplorasi material serta mempertemukan berbagai hal yang sebelumnya dianggap tak lazim.
Bagi Hublot, seni bukan sekadar referensi visual. Sejak 2011, Hublot telah mengundang seniman, arsitek, pelukis, hingga desainer berkolaborasi dalam praktik pembuatan jamnya. Sebelum Koons, misalnya, Takashi Murakami ialah salah satu di antara kolaborator yang menghidupkan pendekatan Art of Fusion tersebut. Kini, bersama Koons, percakapan antara seni dan horologi itu kembali berlanjut dengan narasi tentang bagaimana bahasa seorang seniman dapat memperkaya (entah mengubah atau tidak) paras sebuah jam.

photo DOC. Hublot.
Balloon Dog menjadi titik referensi utama untuk kolaborasi ini. Dibuat antara 1994 dan 2000 sebagai bagian dari seri Celebration, karya Koons tersebut berangkat dari balon yang dibentuk menyerupai anjing. Koons menerjemahkan ide atas objek sederhana itu dalam skala sangat monumental. Materialnya yang semula ringan ditransformasi menjadi berkarakter industrial dengan permukaan reflektif. Logika transformatif objek itu melandasi pembuatan koleksi jam Classic Fusion Balloon Dog by Jeff Koons. Namun alih-alih sekadar memanifestasikan Balloon Dog ke atas dial, Hublot dan Koons membongkar arsitektur Classic Fusion itu sendiri. Profilnya yang biasa ramping direkayasa ulang hingga menciptakan ilusi seolah-olah jam tersebut tampak menggelembung, selayaknya balon yang terisi udara. Permukaan case 42mm memperoleh garis-garis convex; sapphire crystal dibuat lebih menyerupai kubah; sementara dial, kepala sekrup titanium, hingga titik pertemuan strap dengan case mengikuti siluet volume yang sama. Setiap komponen dibentuk menggunakan five-axis CNC sebelum proses finishing mendapat keahlian tangan langsung.

photo DOC. Hublot.
Jejak Koons kemudian muncul dalam detail yang lebih subtil. Crown menyerupai katup tempat udara ditiup ke dalam balon. Sebuah 'ekor' fleksibel muncul pada posisi pukul 10:30, sementara miniatur Balloon Dog menjadi counterweight pada jarum detik. Indeks dan jarum Super-LumiNova turut dibuat lebih bervolume. Bahkan oscillating weight di dalam automatic movement mengikuti bentuk 'membulat' yang serupa.

photo DOC. Hublot.
Hublot Classic Fusion Balloon Dog by Jeff Koons hadir dalam tiga interpretasi. Mirror-polished stainless steel menjadi versi yang paling dekat dengan permukaan reflektif khas patung Koons. Dua lainnya hadir dalam anodized aluminium merah dan biru—material yang dipilih untuk menghasilkan warna intens yang paling dekat dengan karya sang seniman. Masing-masing dibuat terbatas sebanyak 200 buah.
Classic Fusion Balloon Dog bukan satu-satunya kreasi yang lahir dari kolaborasi Hublot dan Jeff Koons. Dari manifestasi benda sehari-hari, keduanya mengeksplorasi gagasan tentang asal-usul semesta. 30 buah jam tangan MP-14 Origin by Jeff Koons merupakan hasilnya.
|
|
Case oktagonal 44mm dari sapphire dan titanium mengekspos konstruksi berlapis yang menjadi inti desain MP-14 Origin by Jeff Koons. Desainnya memperlihatkan serangkaian cincin white gold bertatahkan baguette-cut diamonds dan blue sapphires yang membingkai sapphire dome transparan berlapis varnish biru. Rangkaian elemen yang merujuk pada seri Gazing Ball. Di tengahnya, Central tourbillon mencuri perhatian visual sebagai pusat mekanis nan menawan atas keseluruhan desain.
MP-14 Origin by Jeff Koons memperkenalkan automatic central tourbillon pertama sang manufaktur, digerakkan calibre HUB9014 yang terdiri atas 594 komponen dan memiliki power reserve 60 jam. Peripheral oscillating weight menggantikan konstruksi winding sentral konvensional sehingga bagian tengah movement tetap terbuka. Pengguna dapat melihat tourbillon tampak melayang di dalam case. Pembacaan waktu MP-14 Origin by Jeff Koons mengikuti logika orbital yang sama. Dua cincin berputar; kubus-merah merujuk pada jam, abu-abu menyuratkan menit, sementara dua cincin lainnya tetap statis dengan blue sapphires sebagai penanda waktu. Empat cincin tersebut dihiasi total 202 berlian berbobot sekitar 2,6 karat. Fungsi winding dan pengaturan waktu disembunyikan dalam arsitektur case, masing-masing ditandai dengan tulisan 'Energy Pulse' dan 'Cosmic Align.'


|
|
|
|


Rolex Testimonee Jannik Sinner Pertahankan Tradisi dan Gelar Juara Tunggal Putra dengan Memenangkan Kejuaraan Wimbledon 2026





