FASHION

1 Agustus 2026

Rolex Testimonee Jannik Sinner Pertahankan Tradisi dan Gelar Juara Tunggal Putra dengan Memenangkan Kejuaraan Wimbledon 2026


Rolex Testimonee Jannik Sinner Pertahankan Tradisi dan Gelar Juara Tunggal Putra dengan Memenangkan Kejuaraan Wimbledon 2026

Rolex Testimonee Jannik Sinner pertahankan gelar juara Tunggal Putra The Championships, Wimbledon 2026. (photo courtesy Rolex)

Hampir dua minggu setelah membuka laga di Centre Court pada turnamen Wimbledon, petenis nomor satu dunia Jannik Sinner menutup rangkaian turnamen tahun ini dengan begitu istimewa. Di Wimbledon, Sinner bangkit setelah tertinggal satu set untuk meraih gelar juara tunggal Grand Slam® kelimanya dengan skor 6–7, 7–6, 6–3, 6–4 dalam durasi 3 jam 46 menit. Lewat pencapaian ini, ia menjadi petenis putra ke-10 di Open Era yang sukses mempertahankan gelar juara Wimbledon, mengikuti jejak sesama Rolex Testimonee seperti Rod Laver, Björn Borg, Roger Federer, dan Carlos Alcaraz. Sejak pertama kali menjalin kemitraan dengan turnamen bergengsi ini pada tahun 1978, Rolex terus memperluas dukungannya terhadap dunia tenis, serta menjadi pencatat waktu resmi dalam berbagai pertandingan dan momen bersejarah yang telah mewarnai perjalanan waktu selama beberapa dekade.

Sinner bergabung dengan keluarga besar Rolex pada tahun 2020 dan sejak saat itu telah mengukuhkan dirinya sebagai kekuatan dominan dalam olahraga ini. Kemenangan ini menandai kemenangan pertandingan Grand Slam® ke-100 bagi petenis asal Italia tersebut, sementara sebelumnya pada tahun ini, ia mencatatkan diri sebagai petenis putra termuda yang berhasil meraih kesembilan gelar ATP Masters 1000. 

“Sekali lagi, ini adalah pertandingan final yang luar biasa,” ujar Sinner saat berbicara di hadapan penonton usai kemenangannya. “Saya sangat senang dengan kemenangan ini, tetapi saya juga sangat senang dengan kualitas permainan kami berdua. Tidak ada tempat yang lebih baik untuk bermain tenis. Anda bisa merasakan ketegangan saat bangun tidur di hari Minggu pagi—rasanya sangat istimewa—dan kita tidak pernah tahu berapa kali kita bisa kembali ke sini. Terima kasih atas dukungan Anda; Anda telah memberikan perasaan paling istimewa yang bisa dirasakan oleh seorang petenis.”


Rolex Testimonee, Coco Gauff, memainkan pukulan backhand di Kejuaraan Wimbledon 2026.


Lebih dari 500.000 penonton melangkah melewati gerbang hitam yang ikonis di All England Lawn Tennis and Croquet Club (AELTC) untuk menyaksikan langsung aksi para idola tenis mereka selama dua minggu penyelenggaraan turnamen. Lapangan rumput bermandikan sinar matahari dan pertandingan berlangsung tanpa gangguan, dengan banyak laga yang berjalan hingga mendekati batas waktu berakhirnya pertandingan Wimbledon pada pukul 23.00. Di tengah semua itu, ketepatan waktu menjadi hal yang krusial bagi para Rolex Testimonee. Tujuh tahun setelah namanya melambung di panggung dunia lewat Centre Court saat berusia 15 tahun, Coco Gauff menorehkan pencapaian baru di lapangan rumput dengan mengalahkan sesama Rolex Testimonee, Belinda Bencic, dalam perjalanannya menuju semifinal Wimbledon pertamanya. Rekan senegara Gauff dari Amerika Serikat, Taylor Fritz, tampil di perempat final untuk ketiga kalinya secara berturut-turut; hal ini menegaskan rekam jejak impresifnya di lapangan rumput serta konsistensinya dalam mencapai tahap-tahap akhir turnamen Grand Slam®. Royal Box menyambut kembalinya Federer—pemegang rekor delapan gelar juara Wimbledon—serta mantan pelatihnya yang juga merupakan legenda Rolex, Stefan Edberg, yang turut menyaksikan langsung kemenangan spektakuler Sinner dari tepi lapangan.


Rolex Testimonee dan juara tunggal putra Wimbledon delapan kali, Roger Federer, di Royal Box pada turnamen Wimbledon 2026.


Gaya permainan serve-and-volley Edberg menjadi ciri khas suatu era di Wimbledon dan mengantarkannya meraih trofi tunggal putra sebanyak dua kali, yakni pada tahun 1988 dan 1990. “Wimbledon sungguh merupakan permata di antara semua turnamen Grand Slam, dan sungguh luar biasa bahwa Rolex telah mendukung turnamen ini sejak tahun 1978,” kenang Edberg akan makna di balik keberhasilannya merebut gelar juara di Centre Court. “Momen sesaat sebelum melakukan servis pada championship point adalah momen yang sangat istimewa. Saat memantul-mantulkan bola, merasakan keheningan dari 15.000 penonton, serta mendengar suara napas sendiri ketika berdiri sendirian di sana dengan peluang untuk menang. Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Tentu saja, perasaan saat meraih kemenangan adalah sesuatu yang selama ini diimpikan. Bagi saya, itu akan selalu menjadi momen yang menentukan perjalanan karier saya.”


Rolex Testimonee Stefan Edberg melakukan pukulan volley di turnamen Wimbledon dalam perjalanannya menuju kemenangan pada tahun 1990.


Dengan sejarah yang bermula sejak tahun 1877, Wimbledon merupakan turnamen tenis tertua dan paling legendaris. Lapangan rumputnya yang sakral telah menjadi saksi berbagai rivalitas dan mengukuhkan nama para legenda yang mengubah wajah olahraga ini selamanya. Edisi tahun 2026 pun tak terkecuali. Mulai dari perjuangan gigih Sinner untuk bangkit dan menang dalam pertandingan lima set di hari pertama, turnamen ini menyuguhkan drama selama dua pekan penuh; setiap poin yang diraih dengan presisi menjadi langkah menuju trofi yang berkilau, semuanya berlangsung di bawah naungan jam Rolex yang ikonik. Kini, setelah upaya mempertahankan gelar juara oleh Sinner usai, dunia tenis mulai menatap edisi bersejarah tahun 2027, saat petenis asal Italia itu kembali memiliki kesempatan untuk mengukir namanya di papan kehormatan Wimbledon yang bergengsi.