FASHION

28 Januari 2026

Matthieu Blazy Kembali Memukau Dunia Mode Lewat Koleksi Adibusana Chanel Perdananya untuk Musim Semi/Panas 2026 di Grand Palais, Paris


PHOTOGRAPHY BY Chanel

Matthieu Blazy Kembali Memukau Dunia Mode Lewat Koleksi Adibusana Chanel Perdananya untuk Musim Semi/Panas 2026 di Grand Palais, Paris

Text by Emily Hartono ; (photo: Doc. Chanel)

Pada tanggal 27 Januari 2026, Matthieu Blazy mewarnai Paris Fashion Week dengan koleksi adibusana Chanel perdananya untuk musim semi/panas 2026. Koleksi spesial ini dipersembahkan dengan latar jamur-jamur raksasa yang berlokasi di Grand Palais, Paris. Sang Direktur Kreatif mengungkapkan bahwa haute couture adalah jiwa utama yang mencerminkan fondasi sekaligus ekspresi utuh rumah mode Chanel. Ia melanjutkan bahwa busana tak hanya tentang sang perancang, melainkan juga tentang perempuan yang mengenakannya sehingga memberikan busana tersebut kisah yang sesungguhnya; kisah personal yang penuh keindahan dan keistimewaan, menjadikan perempuan sebagai kanvas untuk menceritakan kisah mereka sendiri.

Berbanding terbalik dengan koleksi sebelumnya, Blazy kini seolah menghadirkan dunia dongeng melalui busana-busana yang dirancangnya. Ia terinspirasi dari dunia alam dengan kisah seekor burung yang hinggap sejenak lalu terbang tinggi. Ia menginterpretasikan inspirasinya melalui koleksi adibusana yang dihiasi bulu dan motif bordir dengan inspirasi alam yang syahdu. Untuk melengkapi nuansa whimsical, Chanel menggunakan lagu dengan kicauan burung berjudul I wonder dari film Disney Sleeping Beauty.





Koleksi Chanel Haute Couture untuk musim semi/panas 2026 dibuka dengan setelan khas rumah mode ini yang kemudian dipreteli hingga esensinya yang paling murni, dihadirkan dalam pilihan kain sutra mousseline tipis yang memberi kesan lembut dan hangat. Lewat esensinya sendiri, Blazy mempersembahkan berbagai kode khas Chanel secara halus melalui simbol-simbol intim seperti surat cinta, sebotol wewangian N°5, dan lipstik merah yang dibalut ke dalam busana melalui detail-detail kecil yang spesial.





Seperti koleksi-koleksi sebelumnya, Blazy kembali menegaskan bahwa tidak ada satu sosok yang mewakili ‘Chanel Girl’, melainkan Chanel hadir melalui perempuan-perempuan dengan kepribadian yang unik dan beragam. Tak hanya merayakan perempuan, koleksi adibusana karya Blazy juga membuka ruang terhadap busana laki-laki, tercermin lewat sosok salah satu ambasadornya, A$AP Rocky, yang terlihat duduk di baris depan bersama dengan Margaret Qualley dan Dua Lipa. 







Menjelang akhir pertunjukan, busana yang dipersembahkan menyelami lebih dalam aspek burung yang menjadi inspirasi sang perancang busana, seolah metamorfosis perubahan perempuan menjadi burung yang ia kisahkan akhirnya terjadi. Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah sepatu bertumit ikonis Chanel, kini dihias hadir berhiaskan seekor burung yang sedang hinggap di atas pohon. Tak hanya itu, inspirasi Blazy terlihat jelas melalui beragam busana bulu-bulu dengan warna pastel yang mengingatkan kita pada burung merpati, flamingo, spoonbill, dan kakatua.



Ketika ditanya mengapa memilih burung sebagai inspirasi dari koleksi haute couture pertamanya untuk Chanel, Blazy menjelaskan bahwa burung melambangkan kebebasan dan otentisitas. Kisah seekor burung yang hinggap sejenak sebelum terbang menjadi refleksi perjalanan Blazy sendiri sebelum karyanya bersama rumah mode legendaris ini terbang dan menandai babak baru bagi Chanel.