2 Februari 2026
Cartier Persembahkan Koleksi Clash de Cartier Terbaru yang Menyoroti Fleksibilitas, Warna, dan Ukuran Barunya
PHOTOGRAPHY BY CARTIER
Sejak awal abad ke-20, Cartier telah mengeksplorasi dan mendorong batasan kode-kode perhiasan tradisional, mengadopsi kosakata estetika yang unik—yang tak jarang terinspirasi oleh dunia industri. Pendekatan kreatif dan pionir ini menemukan ekspresi khususnya pada tahun 1920-an dan 1930-an dengan detail stud dan clous carré, yang menghiasi beragam kreasi jam tangan dan aksesorinya, serta manik-manik bertumpuk yang sangat dikagumi di dunia perhiasan karena volumenya. Deret perhiasan dari koleksi Clash de Cartier pun mendemonstrasikan warisan estetika ini; di mana motif-motif khas Cartier berpadu membentuk jalinan yang kuat dan unik kemudian membentuk ciri khas perhiasan yang baru.
|
|
Dirancang sebagai tantangan terhadap geometri Clash de Cartier, tahun ini Cartier telah mendesain sederet perhiasan yang sepenuhnya fleksibel, termasuk versi emas kuning pertamanya dalam koleksi ini untuk kreasi kalung dan gelang yang sebelumnya hanya tersedia dalam pilihan materi rose gold. Perhiasan ini menarik perhatian dan substansial, beberapa versinya terdiri dari dua baris dan didasarkan pada dua bentuk keahlian.
|
|
Metode pertamanya, lost-wax casting, berasal dari pembuatan perhiasan tradisional, sementara metode lainnya menggunakan mesin dengan kepresisian tinggi. Metode yang terakhir ini digunakan untuk merakit hingga 600 komponen berbeda yang harus dibuat dengan sangat hati-hati dan akurat untuk menjamin kenyamanan pemakainya. Setiap komponen merupakan konstruksi cerdik dari elemen-elemen yang saling terhubung dan dipoles dengan tangan. Semua bagian terhubung tetapi tetap bebas bergerak. Pergerakan halus ini menghasilkan getaran kecil—suara nyata yang secara khusus dikerjakan dan dioptimalkan selama proses pengembangannya.
|
|
Selain itu, Clash de Cartier turut memperluas repertoar kreatifnya dengan menambahkan bebatuan berwarna, bebatuan onyx, dan volume ekstra besar ke dalam koleksinya. Warna-warni batu agate yang diwarnai merah dan hijau, batu chalcedony merah muda, dan batu onyx memperkaya estetika Clash de Cartier. Serangkaian hard stone beads yang diselingi dengan rose gold studs menggarisbawahi volume arsitektural cincin, liontin, dan anting-anting dalam koleksi ini.
|
|
|
|
Dibuat dengan presisi hingga ke ukuran milimeter, beads ini memenuhi persyaratan ukuran dan warna yang tepat. Pengerjaan teliti ini memastikan hasil warna yang harmonis. Beads tersebut kemudian dilubangi dan dipaku dengan paku clou de Paris untuk mengamankan posisinya pada tempatnya. Proses yang kompleks dan rumit ini, yang menggabungkan pengencangan mekanis dengan penyesuaian manual, membutuhkan ketelitian yang sangat tinggi. Hasil akhirnya meliputi komponen dua kali lebih banyak daripada versi emasnya.
|
|
Sementara itu, pada versi extra-large miliknya, perhiasan Clash de Cartier hadir lebih lebar dengan onyx studs yang telah diperbarui. Deretan stud ini menambahkan sentuhan elegan pada gelang, kalung, dan cincin tiga jari dari emas kuning yang sepenuhnya fleksibel. Sesuai tradisi karya-karya Cartier yang adjustable, anting-anting Clash de Cartier dalam pilihan rose gold atau emas putih terdiri dari dua garis fleksibel yang mengubah penampilannya tergantung dimana mereka dikenakan; di bagian depan dan belakang telinga, atau hanya di bagian depan.
Cartier Rayakan Interpretasi Terbaru Kreasi LOVE Unlimited Bersama Jacob Elordi Lewat Mata Sofia Coppola
Bvlgari Gelar Pameran Kaleidos di The National Art Center Tokyo: Merayakan Kreativitas Tanpa Batas Lewat Perhiasan, Arsitektur, dan Seni Imersif











