2 Februari 2026
Olafur Eliasson: Your Curious Journey Mendefinisikan Kealaman dan Keterhubungan Entitas
Multiple Shadow House (2010) oleh Olafur Eliasson (photo DOC. ELLE Indonesia)
Kehadiran saya bermakna. Semburat rasa itu mencuat hangat di hati manakala memasuki instalasi seni Multiple Shadow House gubahan Olafur Eliasson. Karyanya sederhana, meliputi sebuah layar putih di dalam ruangan gelap yang lapang. Tidak tampak sesuatu yang istimewa sekilas pandangan berlalu. Sampai Anda berdiri di hadapannya, lalu seketika muncul siluet bayangan bertumpuk dalam kombinasi warna-warna biru, hijau, ungu, pink, dan kuning. Semakin Anda mendekat ke arah layar, siluetnya mengecil; dan membesar jika Anda bergerak menjauh; lalu menghilang bilamana Anda beranjak keluar spasialnya. Teknik pencahayaan memanfaatkan lampu halogen ialah ‘trik’ penciptaan sang seniman. Tetapi interaksi individu—saya dan Anda para pengunjungnya–menjadi napas yang menghembuskan kehidupan bagi karyanya.
Olafur Eliasson tidak mencipta sekadar untuk tontonan. Ia menyuguhkan sebuah pengalaman lewat keterhubungan entitas di dalamnya, sebagai bentuk proses aktif dari cara melihat yang membentuk pemahaman seseorang akan dunia di mana ia berpijak. Dalam ekshibisi tunggalnya, Your Curious Journey, yang saat ini berlangsung pada 29 November 2025 hingga 12 April 2026 di Museum MACAN Jakarta, Eliasson memantik semburat keingintahuan melalui elemen kealaman yang dibangun dari berbagai material tak berwujud–seperti pencahayaan dalam Multiple Shadow House (2010).
Yellow Room (1997) / Yellow Corridor |
Circumstellar Resonator (2018) |
Beranjak lebih jauh, pengunjung akan dibawa memasuki ruangan yang berpendar kuning terang. Dijuluki sebagai Yellow Room (1997)—atau disebut Yellow Corridor untuk pamerannya di Museum MACAN—karya instalasi ruang ini menyerap hampir seluruh spektrum warna hingga dunia tampak direduksi menjadi hitam, abu-abu, dan kuning. Mata Anda seolah-olah dipaksa beradaptasi dalam narasi monokromatik. Pemahaman tentang warna-warni dunia pun memudar. Dalam kondisi ini, sang perupa menantang batas persepsi visual dan mengundang pengunjung untuk memaknai ulang bentuk serta ruang di sekelliling kita.
Permainan cahaya hanyalah salah satu dari beragam pendekatan Eliasson. Di ruang-ruang gelap lainnya, perupa multimedia kelahiran Denmark tahun 1967 itu menciptakan rupa-rupa ilusi optik dengan memanfaatkan konstelasi air. Baik yang menawan mata secara magis dengan refleksi pelangi di atas kabut instalasi Beauty (1993), atau rangkaian visual Your Split Second House (2010) yang menyerupai sambaran kilat nan mencekam.

Beauty (1993)
Di berbagai sudut ruang pameran, empat kaleidoskop besar dari baja tahan karat bertajuk Multiverse and Futures (2017) juga mengundang partisipasi langsung. Berbentuk menyerupai teropong yang interiornya dibangun dengan cermin, karya ini memecah fragmen lingkungan sekitar menjadi pola geometris yang terus berubah. Setiap kaleidoskop memiliki bukaan penglihatan yang berbeda-beda; segitiga, belah ketupat, persegi, hingga segi enam. Masing-masing menghasilkan pola pantulan yang distingtif, dan menciptakan ilusi polihedron di pusaran perangkat.
Your Curious Journey tidak hanya menawarkan pengalaman visual. Pameran ini juga membuka sisi yang lebih reflektif dari praktik Eliasson. Seri fotografi The Glacier Melt Series 1999/2019 (2019) mendokumentasikan penyusutan gletser di Islandia dari sudut pandang yang sama selama dua dekade. Perubahan tak terbantahkan ini menjadi pengingat sunyi tentang waktu, kehilangan, dan krisis lingkungan yang kerap terasa jauh dari keseharian.

Multiverses and Futures (2017)
Sudut pandang berkelanjutan turut menjadi persoalan yang diangkat Eliasson. Ekshibisi yang merupakan bagian dari tur pameran global dunia Eliasson ini melakukan perjalanan lintas laut dan daratan menuju Jakarta. Sang perupa memasang perangkat mekanis pada peti pengiriman untuk merekam setiap guncangan, kemiringan, dan goyangan. Jejak-jejak abstrak yang dihasilkan menghidupkan karya bahkan sebelum ia meruang di Museum MACAN. Bertajuk The Seismographic Testimony of Distance (2025), karya ini memanifestasikan rekam jejak jarak tempuh sekaligus memori perjalanan.
Tidak ada satu sudut pandang tunggal dalam ekshibisi Your Curious Journey. Pengalaman kolektif berkembang secara harmonis menjadi pengalaman personal. Di sini, pengunjung diajak memandang untuk menggugah keingintahuan sekaligus mendefinisikan kembali cara kita melihat dunia.

