FASHION

12 Februari 2026

Simak Deret Busana Olahraga yang Paling Mencuri Perhatian di Perhelatan Olimpiade Musim Dingin 2026 Milano Cortina


Simak Deret Busana Olahraga yang Paling Mencuri Perhatian di Perhelatan Olimpiade Musim Dingin 2026 Milano Cortina

Text by Emily Hartono

Olimpiade Musim Dingin 2026 Milano Cortina telah resmi dimulai pada tanggal 6 Februari 2026 silam. Ajang ini melampaui dari sekedar perlombaan olahraga, Milano Cortina 2026 menjadi kancah untuk mengenalkan warisan budaya dan tradisi masing-masing negara ke ranah global. Berikut deretan negara-negara yang berhasil mencuri perhatian publik melalui busana rancangan desainer dan rumah mode ikonis seperti Emporio Armani, Ralph Lauren, hingga Moncler yang mencerminkan warisan budaya, tradisi, serta identitas nasional masing-masing pada perhelatan Olimpiade Musim Dingin 2026. 


Emporio Armani untuk Tim Italia




photo DOC. Emporio Armani

Tim Italia sebagai tuan rumah Olimpiade 2026 menggunakan rancangan mendiang Giorgio Armani yang telah bekerja bersama dengan tim olimpiade Italia sejak tahun 2012. Sang mendiang desainer menjelaskan visinya untuk salah satu koleksi terakhirnya; beliau memilih warna putih sebagai warna dasar rancangannya, terinspirasi dari salju yang menyelimuti pegunungan Dolomites, mencerminkan simplisitas dan kemurnian. Warna putih yang bersih kemudian diberi percikkan warna bendera Italia, dilengkapi dengan bordir simbol tim Italia dan lirik lagu nasional Italia yang disulam pada lapisan kain bagian dalam. 


Ralph Lauren untuk Tim Amerika Serikat 




photo DOC. Ralph Lauren

Untuk Olimpiade Musim Dingin yang ke-25, rumah mode Ralph Lauren memasuki tahun ke-10 sebagai perancang busana tim Amerika Serikat. Dibalut warna merah, putih, dan biru yang melambangkan warna utama bendera negaranya, Ralph Lauren mempersembahkan 2 tampilan untuk tim Olimpiade Amerika Serikat. Untuk penampilan acara pembukaan, tim Amerika Serikat mengenakan luaran bahan wol dengan sweter rajut bergambar bendera Amerika Serikat yang dilengkapi dengan celana panjang putih dan memberi kesan timeless dan elegan kas rumah mode Ralph Lauren. Untuk penampilan acara penutupan, Ralph Lauren merancang busana olahraga berupa puffer jacket dengan inspirasi koleksi terbarunya yang kini didominasi warna merah, biru, dan putih untuk representasi identitas nasional Amerika Serikat. 


Moncler untuk Tim Brasil




photo DOC. Moncler

Milano Cortina 2026 menandai kembalinya rumah mode Italia, Moncler, ke arena Olimpiade Musim Dingin untuk pertama kalinya sejak 1968. Di momen yang spesial ini, Moncler yang bekerja sama dengan perancang asal Brasil, Oskar Metsavaht, hadir sebagai desainer busana Tim Brasil. Dengan jaket puffer unggulan Moncler,  rumah mode Italia ini menghadirkan desainnya yang menampilkan bendera Brasil pada bagian dalam jaket. Tak hanya itu, bagian punggung jaket juga dihiasi bordir bertuliskan “Brasil”. Pemilihan warna putih pada jubah yang dikenakan pembawa bendera Brasil, Lucas Pinheiro, melambangkan sebuah awal yang baru, bak sebuah kanvas kosong untuk sebuah lukisan atau gunung bersalju yang merepresentasikan Olimpiade Musim Dingin. Di balik dominasi warna putih tersebut, terselip bendera Brasil yang menghadirkan nuansa hutan tropis khas negaranya, sekaligus mencerminkan kehadiran Brasil yang tenang dan penuh percaya diri di ajang Milano Cortina 2026.


Lululemon untuk Tim Kanada


photo DOC. Lululemon

Tim Kanada dengan bangga mengenakan label ikonis asal negaranya, Lululemon. Desain Lululemon untuk Milano Cortina 2026 secara berani membanggakan identitas nasional mereka yang sering disimbolkan dengan daun pohon mapel, kini dirancang sebagai motif besar yang menghiasi rompi musim dingin koleksi ini. Terinspirasi oleh keindahan lanskap Kanada, koleksi tersebut hadir dalam gradasi warna merah tua hingga hijau kebiruan, dilengkapi pola topografi yang merefleksikan bentang alam Kanada yang beragam. Meski terlihat eksperimental, Lululemon menggunakan teknologi termoregulasi serta potongan busana multifungsi yang dapat diubah menjadi syal atau bantal untuk mengedepankan kenyamanan para atlet.


Uniqlo untuk Tim Swedia


photo DOC. Uniqlo

Label ikonis asal Jepang kembali menjalin kerja sama dengan tim Olimpiade Swedia setelah tujuh tahun bersama. Untuk Milano Cortina 2026, Uniqlo berkolaborasi secara intens dengan para atlet Swedia untuk menciptakan busana yang selaras dengan filosofi LifeWear, pakaian yang berfokus kepada kesederhanaan, kenyamanan, dan kualitas tinggi untuk setiap orang dan setiap situasi tanpa memandang ras, gender, ataupun usia. 


Goyol Cashmere untuk Tim Mongolia 



photo DOC. Goyol Cashmere

Setelah busana yang menuai banyak pujian pada ajang Olimpiade Musim Panas 2024, Mongolia kembali membanggakan identitas nasional mereka melalui karya label lokal Goyol Cashmere. Memadukan unsur tradisional dengan desain yang kontemporer, koleksi ini terinspirasi dari kejayaan Kekaisaran Mongolia pada abad ke-13 hingga ke-15. Desainnya menampilkan kaftan atau yang sering disebut deel berkerah tinggi, sebuah pakaian tradisional yang telah diwariskan selama berabad-abad. Goyol Cashmere menggunakan kain kasmir Mongolia, material yang telah lama menjadi andalan masyarakat setempat untuk menghadapi musim dingin yang ekstrem. Palet warna biru tua merujuk pada Eternal Blue Sky atau ’Langit Biru Abadi‘, sosok pencipta alam semesta dalam sistem kepercayaan shamansitik kuno Mongolia. Sebagai pelengkap koleksi Olimpiade 2026, Goyol Cashmere juga menghadirkan busana kasual berupa sweter dengan ilustrasi imaji ger, hunian tradisional berbahan kayu dan kain tebal yang digunakan oleh masyarakat nomaden Mongolia sepanjang sejarah.


Ben Sherman untuk Tim Britania Raya




photo DOC. Ben Sherman

Memasuki tahun keempat, label asal Inggris Ben Sherman resmi kembali sebagai perancang busana seremonial untuk tim Olimpiade Britania Raya. Ben Sherman menghadirkan koleksi busana kasual untuk kondisi pegunungan Milano Cortina dengan warna palet bendera Britania Raya, yakni merah, biru, dan putih. Koleksi spesial ini mencakup mantel wol dogtooth, hingga sweter yang diramaikan dengan bendera Britania Raya serta motif pegunungan Dolomites. Sebagai sentuhan akhir, Ben Sherman berkolaborasi dengan peraih lima medali Olimpiade, Tom Daley, yang merancang syal dan topi rajutan tangan bertuliskan 'Great Britain‘ yang menegaskan kehadiran mereka di Olimpiade 2026. 


Stella Jean untuk Tim Haiti

photo DOC. Stella Jean

Busana dua atlet Haiti karya desainer berdarah Italia-Haiti, Stella Jean, berhasil memukau publik melalui detail lukisan tangan yang membalut busananya. Desainer Stella Jean merancang 2 busana dengan dominasi warna biru, hijau, dan merah yang mewarnai lanskap artistik dengan figur kuda merah yang terinspirasi dari karya pelukis sekaligus pemahat Haiti, Édouard Duval-Carrié. Kreasi Stella Jean ini turut dilengkapi aksesori kepala yang merupakan bagian dari busana tradisional Haiti.


Sportscraft untuk Tim Australia




photo DOC. Sportscraft

Busana upacara pembukaan karya Sportscraft menarik inspirasi dari busana Australia untuk ajang Olimpiade pada tahun-tahun sebelumnya. Koleksi elegan ini tersusun dari sweter rajut berwarna putih yang dipadukan dengan blazer putih dengan bordir Australia untuk Milano Cortina 2026 pada sisi dada sebelah kiri. Padu padan Tim Australia juga diperkaya sentuhan personal karya David Bosun dan Paul Fleming, yaitu nama setiap atlet Olimpiade Musim Dingin Australia dengan para peraih medali emas disorot dalam warna emas, sebuah aksi perayaan sejarah pencapaian Australia pada ajang Olimpiade.


Le Coq Sportif untuk Tim Prancis




photo DOC. Le Coq Sportif

Terinspirasi dari busana olahraga tahun 1970-an, Le Coq Sportif mentransformasi  warna utama bendera Prancis menjadi palet lembut dengan nuansa pastel dan biru es yang menyerupai suasana alam musim dingin. Le Coq Sportif merancang beberapa koleksi yang tersusun dari zip-up sweatshirts dengan kerah lebar, mantel duffle, jaket puffer bergaya safari, dan lapisan sherpa. Le Coq Sportif juga menginterpretasi bendera Prancis melalui teknik penggosokan pigmen pada kain bertekstur kusut, menghasilkan visual menyerupai peta topografi sebagai sentuhan akhir koleksi yang manis dan kontemporer.


Dale of Norway untuk Tim Norway



photo DOC. Dale of Norway

Merayakan 70 tahun sejak atlet ski Norwegia pertama kali mengenakan sweter Dale di ajang Olimpiade, koleksi busana tim Olimpiade Norwegia menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan tersebut. Desain utamanya half-zip sweater berkerah tinggi yang menggunakan wol murni Norwegia pada bagian luar dan wol merino pada bagian dalam. Hadir dalam dua warna dominan, merah dan biru tua, sweter ini dihiasi motif geometri tradisional Norwegia yang mencerminkan komitmen terhadap tradisi sekaligus semangat masa depan. Busana yang dahulu dikenakan para juara kini kembali hadir untuk menyertai para calon juara musim ini.


Luhta untuk Tim Finland




photo DOC. Luhta

Untuk Milano Cortina 2026, para atlet Finlandia dengan bangga mengenakan koleksi rancangan Luhta dalam nuansa biru dan putih yang terinspirasi dari Lapland, wilayah paling utara Finlandia yang diselimuti salju. Dalam koleksi ini, Luhta berfokus pada sustainability dengan pilihan material dan inovasi baru yang mampu beradaptasi  dengan perubahan kondisi cuaca yang ekstrem di kawasan pegunungan. 


Salomon dan Accademia di Brera untuk Staf dan Relawan Milano Cortina 2026 




photo DOC. Salomon

Label activewear asal Prancis, Salomon, akan menyediakan seragam bagi sekitar 25.000 anggota internal Olimpiade Musim Dingin 2026. Koleksi spesial ini didominasi ragam warna biru dengan aksen warna putih dan kuning, terdiri atas 17 produk yang dirancang untuk dapat dipadupadankan. Sementara itu, pada upacara kemenangan, para relawan akan mengenakan busana rancangan mahasiswa mode Accademia di Brera yang terinspirasi dari siluet era 1970-an.