FASHION

29 Juni 2026

Intip Tas Desainer Koleksi Para Atlet Sepak Bola Dunia


Intip Tas Desainer Koleksi Para Atlet Sepak Bola Dunia

Piala Dunia selalu lebih dari sekadar turnamen sepak bola. Sejak bergulir mulai 11 Juni 2026, perhatian publik di berbagai penjuru dunia tertuju pada setiap pertandingan. Kita mencatat skor, memantau klasemen sementara, hingga menghitung peluang tim jagoan melaju masing-masing ke babak 16 besar. Tetapi di balik pertandingan 90 menit di atas rumput hijau yang memacu adrenalin, ada laga lain yang tak kalah menarik untuk diamati: gaya personal para pemain.

Selepas menanggalkan jersey dan celana pendek timnas masing-masing, para atlet memasuki kehidupan di luar lapangan dengan pilihan gaya yang seolah-olah sama kompetitifnya. Lihat saja bagaimana David Alaba menggurat padu-padan kontemporer untuk tampilan formal dengan kemeja biru motif grafis koleksi Selah by Wales Bonner; atau penampilan Lamine Yamal dibalut jaket bertekstur Chanel; atau formula denim on denim yang meningkatkan busana airport striker timnas Norwegia, Erling Haaland. 



Keeratan hubungan antara atlet sepak bola dan dunia mode sesungguhnya bukanlah fenomena baru. Eric Cantona pernah terlihat menempati kursi barisan depan peragaan busana Paco Rabanne, jauh sebelum kehadiran selebritas olahraga di pekan mode menjadi pemandangan lazim. Lalu pada era 1990-an hingga awal 2000-an, apa pun yang dikenakan David Beckham nyaris selalu berujung menjadi tren. Pun jika tidak, gaya Beckham akan menjadi bahan pembicaraan hangat publik. Kini, relasi tersebut tampak semakin erat. Penunjukan Kylian Mbappé sebagai Global Ambassador rumah mode Dior (sejak tahun 2021) merupakan salah satu penegasan bahwa pesona seorang atlet tak lagi diukur semata lewat performa di lapangan. Karisma mereka juga dibentuk oleh identitas visual yang dibangun di luar rumput hijau.

Di tengah dominasi gaya kasual karakteristik sporty meliputi padu-padan kaus, denim, dan celana pendek, satu yang lantang menggurat karakter modis para atlet sepak bola ialah pilihan tas yang dijinjing. Jika dulu atlet identik dengan ransel fungsional atau tote bag sederhana, lanskap itu kini telah berubah. Siluet tas menjadi lebih besar, materialnya semakin mewah, dan tentu saja harganya kian fantastis. Simak deretan tas pilihan para bintang sepak bola dunia yang inspiratif meningkatkan padu-padan gaya kasual.

Leroy Sané (Jerman)

photo via Instagram.com/leroysane.

High fashion melebur harmonis dengan semangat kasual budaya skate dalam karakter Leroy Sané. Kemeja tailored dan motif garis klasik dipadu karakter denim bertekstur 'usang' menghasilkan estetika santai. Tas duffel Louis Vuitton Monogram Bisten Trunk Bag mengemas interpretasi gaya streetstyle yang fungsional semakin sophisticated secara effortless.

Cristiano Ronaldo

photo via Instagram.com/cristiano.

Di rumah mode Gucci, Cristiano Ronaldo menemukan cinta sejati. Ia bertemu sang pujaan hati, Georgina Rodríguez (keduanya beririsan saat Ronaldo mengunjungi butik Gucci di Madrid, Spanyol, di mana Rodríguez kala itu bekerja sebagai sales associate).

Di luar kisah romansa, Gucci telah lama menjadi bagian dari identitas gaya Ronaldo. Kecintaannya terhadap rumah mode asal Italia ini tercermin dalam berbagai pilihan busana dan aksesori, mulai dari tas Gucci GG Supreme hingga koleksi ready-to-wear yang kerap melengkapi kepercayadiriannya di luar lapangan.

photo via Instagram.com/cristiano.

Lamine Yamal (Spanyol)

photo via Instagram.com/lamineyamal.

Lamine Yamal membuktikan bahwa pesona Chanel tak lagi terbatas pada busana klasik. Secara effortless, ia menjinjing Chanel Shopping Bag material tweed sebagai padu-padan kontemporer jaket bertekstur bahan senada dan celana denim. Estetikanya sophisticated tanpa meredupkan aura youthfull. Untuk jinjingan airport, ia menyukai siluet ringkas tas mini, seperti Dior Small Saddle Messenger Bag.

photo via Instagram.com/lamineyamal.

Kylian Mbappé

photo via Instagram.com/k.mbappe.

Sebagai Global Ambassador Dior, tidak heran bila Kylian Mbappé hampir tak pernah lepas dari koleksi rumah mode asal Prancis tersebut. Pertanyaan besarnya: apa kreasi andalan Mbappé di luar lapangan? Pilihannya konsisten mengarah pada lini tas Dior yang mengedepankan kemewahan fungsional. Dari Dior Normandie yang dikoleksi dalam berbagai warna dan material (termasuk versi suede cokelat nan elegan) hingga Dior A5 Pouch Oblique dan tas duffle bermotif Dior Oblique, koleksinya mencerminkan preferensi pada desain yang bersih, modern, dan mudah dikenakan untuk aktivitas sehari-hari.

photo via Instagram.com/k.mbappe.

photo via Instagram.com/k.mbappe.

David Alaba (Austria)

photo via Instagram.com/davidalaba.

Elemen utama yang (tampaknya) dicari oleh David Alaba saat memilih tas adalah ukuran. Bek timnas Austria ini memiliki kecenderungan pada siluet berkapasitas besar yang tetap mengedepankan kemewahan. Di antara koleksinya terdapat Chanel Shopping Bag rancangan Matthieu Blazy, Goyard Bowling 55, dan edisi terbatas Hermès Birkin HAC 50 berbahan kulit hitam dengan multi-pocket

photo via Instagram.com/davidalaba.

photo via Instagram.com/davidalaba.

Erling Haaland (Norwegia)

photo via Instagram.com/erling.

Erling Haaland telah menjadikan Hermès Birkin sebagai salah satu pilar koleksi pribadinya. Di antara deretan tas yang dimilikinya, Hermès HAC Birkin 50 'Endless Road' (sebuah edisi terbatas berimbuhkan karya seni pop yang terinspirasi oleh David Hockney) merupakan salah satu yang menegaskan statusnya sebagai kolektor Hermès. Ia juga diketahui memiliki versi birunya yang langka seharga £32.500. 

photo via Instagram.com/erling.

photo via Instagram.com/erling.

Leon Goretzka (Jerman)

photo via Instagram/leon_goretzka.

Bottega Veneta Intrecciato Leather Holdall menjadi pilihan utama Leon Goretzka untuk kebutuhan perjalanan. Siluetnya yang berukuran besar menawarkan fungsi optimal untuk membawa berbagai keperluan. Dengan teknik anyaman khas rumah mode tersebut, tas ini memadukan kemewahan yang subtil dalam rancangan minimalis yang elegan. Estetika ini mencerminkan preferensi Goretzka terhadap desain yang bersih, palet warna netral, serta karakter atlet yang menekankan kesederhanaan dan practical sebagai bentuk kemewahan.

Jules Koundé (Prancis)

photo via Instagram.com/jkeey4.

Jules Koundé dikenal memiliki selera tas yang sangat fashion-forward, dan kami setuju. Setiap pilihan atlet timnas Prancis itu selayaknya perpanjangan identitas gayanya di luar lapangan. Ia cenderung memilih siluet modern yang sarat karakter travel-ready. Di antara koleksinya: Hermès Haut à Courroies, tas ransel Goyard Saint Léger bahan kanvas belapis motif chevron warna oranye cerah, dan Louis Vuitton Steamer 40 material kanvas katun jacquard Monogram dengan sentuhan cetak vintage. Fokusnya tetap konsisten pada kualitas material dan bahasa desain yang khas dari setiap rumah mode.

photo via Instagram.com/jkeey4.

photo via Instagram.com/jkeey4.

Virgil Van Dijk (Belanda)

photo via Instagram.com/virgilvandijk.

Tote bag pilihan Anda tidak selalu harus mencolok, begitulah prinsip Virgil Van Dijk. Pemain bek timnas Belanda ini jarang terlihat menjinjing tas dalam varian warna-warni. Ia lebih menggemari opsi warna hitam dan dalam konstruksi tegas material kulit yang halus.

photo via Instagram.com/virgilvandijk.

Ollie Watkins (Inggris)

photo via Instagram.com/olliewatkins.

Ukuran 40 sentimeter tampaknya belum cukup lapang bagi Ollie Watkins. Ia membutuhkan ruang lebih untuk membawa seluruh perlengkapannya, sehingga pilihannya jatuh pada Hermès Birkin HAC 50—siluet besar yang merujuk pada panjang 50 sentimeter dan menawarkan fungsi maksimal. Dalam rona krem pasir yang lembut, tas tersebut hadir dengan karakter understated.

Yuito Suzuki (Jepang)

photo via Instagram.com/yuiton.s

Saat Hermès Birkin, Goyard Bowling 55, dan Louis Vuitton Keepall Bandoulière mendominasi lanskap tas mewah koleksi para atlet, Yuito Suzuki punya referensi pribadi: Maison Margiela Glam Slam. Pilihan rona mint menjadi pernyataan gaya yang subtil, namun jelas membuat ia sulit diabaikan.

Tomoki Hayakawa (Jepang)

photo via Instagram.com/tomoki.hayakawa_official.

Fungsionalitas dan siluet desain yang minimal menjadi dua karakter utama yang tampak mendefinisikan pilihan gaya Tomoki Hayakawa. Ia cenderung mengarah pada rancangan yang bersih dan praktis, seperti Hermès Garden Party 49 Voyage serta Hermès Kelly Messenger PM yang mengedepankan keseimbangan antara utilitas dan elegansi. Sesekali, ia juga mengenakan motif monogram sebagaimana pilihan tas perjalanannya meliputi Goyard Bowling 55. Secara keseluruhan, koleksinya mencerminkan sensibilitas modern yang disiplin, understated, dan berakar kuat pada desain yang tak lekang oleh waktu.

photo via Instagram.com/tomoki.hayakawa_official.

Enzo Fernandez (Argentina)

photo via Instagram.com/enzojfernandez.

Tas Louis Vuitton Keepall Bandoulière menyuguhkan berbagai varian warna-warni cerah untuk mengemas padu-padan gaya kasual Anda kian kontemporer. Tanyakan saja pada Enzo Fernandez

photo via Instagram.com/enzojfernandez.

Neymar Jr. (Brazil)

photo via Instagram.com/neymarjr.

Tas Hermès HAC (Haut à Courroies) Cargo 40 bermaterialkan kanvas Vert Militaire dan kulit evercalf warna hitam melengkapi gaya streetstyle Neymar Jr. kian tangguh.