FASHION

20 Januari 2026

Interpretasi Imajinasi Panggung Mode di ELLE Fashion Week 2025 Bangkok


Interpretasi Imajinasi Panggung Mode di ELLE Fashion Week 2025 Bangkok

Text by Shabira Izzati Putri ; (photo DOC. ELLE Thailand)

Hook's by Prapakas

ELLE Fashion Week 2025 di Bangkok terasa seperti perayaan energi kreatif Thailand dalam satu tarikan nafas panjang—riuh, tak terduga, dan autentik.

Di tengah gemerlap Ibu Kota Negeri Gajah Putih, panggung ELLE Fashion Week 2025 yang dihadirkan oleh ELLE Thailand membuktikan ketegasan orisinalitas. Dari 13 sampai 16 November 2025, kreativitas lokal tersaji dengan narasi yang mampu menulis kembali aturannya sendiri lewat selera, humor, dan ketajamannya masing-masing. Yang membuat EFW 2025 berbeda dari rangkaian fashion week di Eropa pun bukan hanya menyoal skala atau tata panggungnya. Masing-masing ceritanya disusun dan dikurasi secara khas dan sarat karakter unik yang mampu berkisah, tersemat dalam konsep yang diusung: Life - a Seed of Creativity, The Future of Fashion—konsep yang sadar akan akar budaya sekaligus pasar global. Jika Paris atau Milan kerap menekankan warisan rumah mode dan dramaturgi haute couture, berbeda cerita dengan di tepian sungai Chao Phraya, River Park ICONSIAM—di mana garis rancang busana Thailand menonjolkan narasi kebudayaan kontemporer. Mulai dari penggabungan teknik tradisional, deadstock, hingga permainan identitas gender. Dan hampir semuanya dikemas dalam sentuhan praktikal yang tetap pantas dikenakan sehari-hari. Ada semacam keseimbangan antara mimpi dan kegunaan; dan antara pertunjukan dengan item yang bisa masuk ke dalam lemari.

RENIM PROJECT

MERGE

Label-label mode Thailand berteriak di atas runway satu per satu. Seperti label MERGE yang menjerit lewat estetika urban edge yang kuat dan menghentak runway tanpa kompromi. Koleksinya menampilkan struktur busana yang berani dan mencolok, kerap bermain dengan bahan denim mentah (raw denim) dan suede untuk menciptakan tampilan kontemporer yang dinamis. Kekuatannya terletak pada kemampuan menggabungkan berbagai tekstur dan siluet untuk merefleksikan suasana urban yang mentah namun penuh gaya.

LABOUTIQUE

Kemudian BLACKSUGAR menawarkan pendekatan avant-garde yang lebih mudah dikenakan. Inspirasi dari struktur arsitektur, tampilan yang khas, dan teknik menjahit eksperimental mampu menciptakan busana yang berfungsi sebagai karya seni namun tetap dapat dikenakan sehari-hari. Studio Unknown menampilkan garis-garis bersih khas yang anggun dan unggul dalam mengubah muted colours menjadi sesuatu yang diam-diam kuat dan elegan. Potongannya rapi, delicate, dan menonjolkan elegansi. Sedangkan NICHp menonjolkan seni pahat dalam desainnya dan mengubah tali-temali serta material inovatif menjadi karya seni yang dapat dikenakan—menciptakan pernyataan seksi sekaligus artistik di atas runway.

NICHp

ICONCRAFT X WISHARAWISH

Koleksi Boy Scouts dikurasi teliti oleh ELLE Men—Thailand dan dipersembahkan oleh label otomotif Xpeng—mempersembahkan estetika camping dan utilitarian dalam kehangatan nostalgia bersiluet maskulin modern. Sebanyak 12 desainer berkolaborasi untuk memamerkan 48 look. Sentuhan teknologi hadir menggawangi kehadiran sponsor yang cerdas. Lalu LA BOUTIQUE yang telah berkiprah selama 13 tahun dan menghadirkan show pertamanya di ELLE Fashion Week 2025 menyuguhkan koleksi yang menegaskan struktur dan proporsi; tubuh sebagai arsitektur yang dapat diubah dan dirancang sedemikian rupa. Di penghujung acara, Prapakas seolah mengingatkan bahwa ia masih tetap salah satu seniman Thailand yang prominen. Desainer yang kerap merancang busana untuk Lisa BLACKPINK ini menutup rangkaian runway lewat ledakan warna dan humor visual, dengan barisan koleksi bergaris rancang tidak terduga bak sebuah perayaan energi muda. Gegap gempitanya menjadi cara terbaik untuk menutup rangkaian pagelaran mode yang teatrika