FASHION

27 Agustus 2026

Gucci Rayakan Kembali Lahirnya Cinta Lewat Kampanye Primavera


Gucci Rayakan Kembali Lahirnya Cinta Lewat Kampanye Primavera

text by Namira Ariestiara; (Photo DOC. Gucci)

Kampanye terbaru Gucci bertajuk Primavera menjadi sebentuk perayaan atas rebirth yang ditumbuhkan lewat kekuatan transformatif cinta. Disutradarai oleh Johan Renck, film pendek ini menghadirkan Kate Moss yang melakukan lip-sync atas rendisi bariton Chris Isaak untuk lagu "Wicked Game", memvisualisasikan sekelompok orang asing yang terjaga, saling berpasangan, lalu jatuh cinta di atas lantai dansa. Momen ini menghidupkan intensitas emosional dari koneksi antarmanusia, sekaligus rasa kemungkinan yang mendefinisikan makna cinta baru.

Diabadikan oleh Michal Chelbin, kampanye ini menghadirkan potret-potret intim yang digagas dalam semangat modern Renaissance imagery, menggemakan komposisi, pose, dan grandiositas lukisan klasik. Rangkaian visual ini mempertemukan 10 talenta lintas dunia musik, film, mode, dan olahraga, termasuk Global Brand Ambassador Xiao Zhan, Jin, dan NINGNING, bersama Tom Brady, Alex Consani, EsDeeKid, Lee Young Ae, Shawn Mendes, Rico Nasty, dan Tarzzan, membentuk cross-section individu yang merepresentasikan beragam wajah dari spirit Gucci yang terus berevolusi, sekaligus visi Demna bagi rumah mode ini.

Gucci Primavera - Lee Young Ae                        

Gucci Primavera - Xiao Zhan

Kampanye ini menjadi bagian dari presentasi koleksi yang sebelumnya diperkenalkan lewat debut show Demna untuk Gucci, dihadirkan dalam ruang monumental bergaya museum yang dikelilingi patung marmer, serta disandingkan musik hasil kurasi loki yang memadukan 6 genre berbeda menjadi satu estetika bunyi yang utuh. Koleksi ini menghadirkan kosakata baru siluet, tekstur, dan material, mengusung ide keringanan, kemudahan, kenyamanan, dan siluet yang sadar akan bentuk tubuh, sebentuk ekspresi kontemporer dari identitas Gucci.

Gucci Primavera - Ning Ning                              

Gucci Primavera - Jin         

Koleksi dibuka dengan minidress seamless berbahan hosiery dalam aura femme fatale, potongan yang dijahit sedekat mungkin ke tubuh dengan tepian heat-sealed tak kasat mata serta hem melengkung hasil rekayasa presisi—sensibilitas khas Gucci. Mengusung berbagai cara berbusana, jaket yang sama dapat dikenakan dengan legging-pants, maupun celana panjang, dari suasana kantor hingga bar. Tailoring yang cair dipotong dari bahan etereal dengan sentuhan sensibilitas streetwear lewat jaket dan celana berpotongan rendah serta kantong horizontal yang membentuk postur.

Gucci Primavera - Shawn Mendes          

Gucci Primavera - Tarzzan

Berbagai tipe garmen baru turut dihadirkan, mulai dari tracksuit dan gaun yang bertransformasi menjadi trackdress modern, legging yang menyatu dengan celana panjang, hingga jaket dan atasan yang melebur menjadi satu garmen ultra-fitted. Deretan tampilan Adonis dalam koleksi terinspirasi dari ideal proporsionalitas dan fisik ala Renaissance, berdampingan dengan tampilan bergaya skater yang dipadukan kaus fluid, menegaskan keragaman karakter yang diusung Primavera.

Gucci Primavera - Rico Nasty                  

Gucci Primavera - Esdeekid

Sulaman bulu yang megah melapisi blouson bergaya bubble, bomber, dan intarsia shearling, meluap hingga membingkai wajah pemakainya, dipadu kulit pilihan yang lembut dan lentur pada jaket biker, celana fitted, hingga stole melingkar. Setelan dua potong yang mewah tenggelam dalam embellishment dan dikenakan tanpa alas kaki, melengkapi gaun-gaun berani dengan belahan tinggi hingga gaun backless yang memperlihatkan thong emas putih ber-logo GG berhiaskan berlian seberat 10 karat. Tas ikonis Gucci Bamboo 1947 turut tampil dengan volume baru yang lebih ramping dan gagang "bambu" dari potongan kulit, sementara sneaker Manhattan memadukan bentuk basket ultra-minimalis dengan kenyamanan slip-on, dilengkapi loafer Giovanni dan Cupertino yang menghapus kesan kaku dari sepatu kulit.


 Gucci Primavera - Tom Brady

Primavera pada akhirnya menjadi representasi visi Demna bagi Gucci secara keseluruhan, dibangun atas rasa pragmatisme, menghadirkan produk yang dapat dinikmati oleh beragam individu, memperkaya keseharian mereka, dan berdiri kokoh atas balutannya sendiri.