FASHION

22 April 2026

6 Label Mode yang Berkomitmen dalam Etika Keberlanjutan


6 Label Mode yang Berkomitmen dalam Etika Keberlanjutan

Text by Shabira Putri (photo DOC. Chloé)

Sebuah kenyataan yang tidak kita sadari, atau bahkan kerap lupakan, sebagai konsumen: ada jejak karbon yang tertinggal dalam setiap helai pakaian kita. Dilansir dari data Ellen MacArthur Foundation, setiap tahunnya, industri fashion secara global saat ini memproduksi sekitar 100 miliar potongan pakaian. Jumlah tersebut, menurut studi The Environmental Price of  Fast Fashion (2020), menyumbang hampir 10% emisi gas rumah kaca dunia. Suatu persentase yang bahkan lebih besar dari gabungan emisi penerbangan internasional dan pelayaran laut. Fakta tersebut layaknya cambukan bagi kesadaran kita—para konsumen—untuk tidak lagi menetapkan keputusan belanja hanya berdasarkan tren dan label harga, tetapi juga dilandasi urgensi menjaga lingkungan. Salah satunya dengan cara mulai memprioritaskan label atau merek bersertifikasi B Corp.

Apa itu sertifikat B Corp? Sertifikasi ini merupakan standar emas yang membuktikan sebuah label telah melalui audit ketat untuk menyeimbangkan keuntungan dengan dampak sosial dan lingkungan yang positif, sehingga menjamin seluruh komitmen berkelanjutan dapat terwujud secara nyata. Tahun 2026 telah menjadi awalan baru, di mana keberlanjutan bukan lagi disuarakan dalam wujud pemasaran, melainkan standar wajib tuntutan konsumen. Konsumen yang pelan-pelan mulai paham, kini belajar untuk membeli lebih sedikit, namun dengan kualitas yang jauh lebih baik. Di tengah perubahan ini, label bersertifikasi B Corp menjadi pemandu utama bagi konsumen agar tidak terjebak dalam praktik greenwashing. Mengapa? Sebab setiap proses produksi brand telah melalui verifikasi secara menyeluruh untuk kesejahteraan pekerja dan kelestarian ekosistem.

Maka, untuk memandu Anda menemukan label mode bersertifikasi B Corp, kami mengurasi sederet brand yang tidak hanya membentuk koleksi busana memukau, tetapi juga memegang sertifikasi B Corp sebagai wujud nyata mereka dalam menjaga masa depan bumi.

CFCL


Koleksi CFCL musim gugur-dingin 2026 (photo DOC. CFCL)

CFCL (Clothing For Contemporary Life) merupakan label fashion perdana asal jepang yang meraih sertifikasi B Corp. Alih-alih menggunakan proses menjahit tradisional yang berpotensi menyisakan banyak potongan kain, CFCL memilih merajut pakaian secara utuh langsung dari serat benang menggunakan teknologi rajutan komputer 3D. Strategi operasional kreatif ini membantu mereka memastikan produksi bersifat zero-waste tanpa sedikit pun meninggalkan limbah potongan kain. Langkah tersebut menjadi solusi nyata CFCL dalam upaya meminimalisasi limbah tekstil, bahkan sebelum pakaian selesai dibuat.

Memasuki tahun 2026, CFCL merevolusi transparansi industri melalui laporan consciousness yang menyertakan pemeriksaan Life Cycle Assessment secara mendalam. Dilansir dari laporan tersebut, koleksi ikonis seperti lini Pottery dan Milan Rib diproduksi dengan emisi hingga 40% lebih rendah dibanding standar rata-rata industri mode. Tidak hanya itu, CFCL kini telah mencapai target penggunaan materi daur ulang hingga 76%, serta  berkomitmen penuh pada penggunaan energi terbarukan di pabrik. Melalui slogan Knitwear for a sustainable future, CFCL membuktikan bahwa estetika modern tidak harus mengorbankan bumi.

VEJA



Bagi Veja, keberlanjutan adalah komitmen yang dimulai sejak awal. Langkah nyata Veja dalam deforestasi dilakukan dengan merangkul komunitas lokal Amazon, dan membayar hasil karet alami mereka hingga lima kali lipat di atas harga pasar. Strategi ini menjadi insentif ekonomi yang kuat bagi warga sekitar untuk tetap menjaga kelestarian hutan dibandingkan mengubahnya menjadi lahan peternakan. Tidak hanya itu, Veja juga mengandalkan kapas organik yang ditanam dengan prinsip agroecology tanpa pestisida kimia, yang membantu menjaga keseimbangan ekosistem tanah. Seluruh rangkaian ini dijalankan dengan prinsip fair trade, di mana Veja membayar di muka hingga 50% dari hasil panen untuk memastikan para petani agar tetap sejahtera tanpa harus menunggu waktu panen.

Ambisi Veja di tahun 2026 semakin nyata melalui inovasi Cotton Worked as Leather. Sebuah alternatif untuk tampilan kulit mewah yang sepenuhnya berasal dari tumbuhan. Melalui perpaduan kanvas kapas organik dan lapisan limbah jagung, Veja membuktikan material terbaik tidak harus meninggalkan jejak hewani. Inovasi tersebut berjalan beriringan dengan pemanfaatan kain B-Mesh yang terbuat dari 100% botol plastik daur ulang. Mengusung slogan Step With a Different Foot, Veja mengajak konsumen untuk menyadari bahwa setiap pembelian sepatu menjadi investasi pada keadilan sosial dan pemulihan ekosistem dunia.

SukkhaCitta



Di tahun 2026, SukkhaCitta telah menciptakan ekosistem mode melalui ekonomi regeneratif dengan sistem farm to closet yang transparan dan fokus sepenuhnya pada keberlanjutan. Keberhasilannya terlihat dari peningkatan skor dalam pantauan sertifikasi B Corp: dari skor 95.3 di tahun 2022 kini menginjak ke angka 110.6. Perlindungan hutan terhadap deforestasi, diupayakan oleh SukkhaCitta melalui penerapan teknik tumpang sari pada perkebunan kapas, serta penggunaan pewarna alami seperti Assam Indigo. Setiap helai pakaiannya membutuhkan waktu produksi 60 hingga 180 hari. Durasi tersebut tidak hanya dirancang untuk keindahan, namun kemampuan untuk dapat kembali terurai menjadi kompos hanya dalam waktu enam minggu. 

Longchamp


Longchamp 'Catch the Parisian Wave' campaign collection spring-summer 2026 (photo DOC. Longchamp)

Tahun 2026 menandai komitmen nyata Longchamp terhadap etika mode keberlanjutan yang selaras dengan nilai-nilai perusahaan. Rumah mode asal Prancis yang telah berusia 78 tahun ini secara resmi meraih sertifikasi B Corp. Fokus utama Longchamp terdapat pada transformasi yang selaras dengan alam, yaitu transparansi dan perkembangan ekonomi. Di tahun yang sama, mereka juga beralih sepenuhnya dalam memproduksi tas ikonis Le Pliage menggunakan nilon daur ulang Econyl, sebuah material inovatif hasil olahan limbah jaring ikan dan plastik laut sebagai langkah nyata menjaga ekosistem global.

Selain inovasi bahan baku, Longchamp juga mengedepankan aspek ketahanan agar menjamin setiap produk memiliki usia pakai jangka panjang dan tidak menambah beban limbah bagi bumi. Longchamp memperkuat strategi keberlanjutan dengan mewujudkan komitmen Reducing our footprint, one bag at a time, yang menegaskan nilai estetika serta standar bisnis yang lebih bertanggung jawab untuk lingkungan.

Ganni


Koleksi Ganni musim semi-panas 2026 (photo DOC. Ganni)

Label fashion asal Denmark ini memilih untuk dikenal sebagai brand yang bertanggung jawab, ketimbang melabeli diri di bawah istilah sustainable. Memasuki tahun 2026, Ganni telah memenuhi komitmen untuk sepenuhnya mengganti penggunaan kulit hewan dengan material inovatif berbasis tumbuhan, serta kain hasil olahan bakteri dan limbah pertanian. Filosofi brand akan ‘Being responsible is not a destination, it’s a journey,’ diwujudkan melalui inisiatif memperpanjang siklus produksi pakaian. Platform Ganni Repeat dibentuk dengan melalui sistem sewa dan resale untuk mengurangi kebutuhan akan produksi barang baru. Di tahun 2026, Ganni terus memperluas program Fabrics of the Future untuk memastikan koleksi tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga solusi menurunkan jejak karbon perusahaan hingga 50% pada tahun 2027.

Chloé


Koleksi Chloé musim semi-panas 2026 (photo DOC. Chloé)

Pada 2021, Chloé merupakan luxury house pertama di dunia yang berhasil meraih sertifikasi B Corp. Sejak itu, Chloé terus memberikan standar tinggi bagi industri high fashion yang inklusif dan transparan. Chloé tidak hanya fokus pada estetika, tetapi juga pada target mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 30% per produk. Dalam filosofinya, Women Forward, For a Fairer Future, sebuah karya mode harus sejalan dengan kejujuran dalam proses pembuatannya. Di tahun 2026, komitmen tersebut diwujudkan lebih jauh melalui proyek Chloé Vertical. Teknologi ini menghadirkan ID digital pada setiap produk yang bisa diakses langsung oleh pemiliknya cukup dengan memindai kode QR atau NFC pada label pakaian menggunakan smartphone. Tanpa perlu aplikasi khusus, pemindaian ini akan membuka ‘paspor digital’ yang memberikan akses instan untuk menelusuri perjalanan bahan baku secara menyeluruh, memverifikasi keaslian barang secara akurat, hingga mendapatkan panduan perawatan dan instruksi daur ulang yang spesifik. Hal yang membuat inovasi ini luar biasa adalah integrasi langsung dengan platform resale, sehingga pemilik dapat menjual kembali koleksi mereka dengan data autentik yang otomatis terverifikasi. Sebuah langkah nyata yang memberikan kendali penuh bagi konsumen untuk memahami nilai di balik pakaian yang mereka miliki.