5 Oktober 2026
Menyelami Rangkaian Terbaru Rouge Dior On Stage Secara Eksklusif Bersama Peter Philips
Doc. Dior Beauty
Bertempat di Bangkok pada awal Juni, jauh sebelum resmi diluncurkan, ELLE Indonesia berkesempatan menjadi salah satu yang pertama melihat dan mencoba langsung babak baru dari Rouge Dior melalui dua varian terbaru: Rouge Dior On Stage Matte dan Rouge Dior On Stage Ink Blur Matte. Melanjutkan cerita kesuksesan Rouge Dior On Stage Shine yang diluncurkan pada 2025, tahun ini Dior Beauty kembali menghadirkan inovasi melalui formula baru yang menawarkan hasil soft focus modern, tekstur nyaman, serta pengalaman makeup yang terasa lebih personal. Dalam suasana yang hangat dan penuh antusias, Peter Philips memperkenalkan setiap warna dan finishing dari koleksi ini. Dengan begitu antusias, ia bercerita mengenai sisi menarik dari setiap shade—bagaimana warna-warna tersebut dapat terlihat lembut dan timeless, namun tetap memiliki ruang untuk dieksplorasi. Khusus untuk Rouge Dior On Stage Ink Blur Matte, perhatian terhadap detail terlihat melalui aplikator yang dirancang khusus untuk memberikan sapuan lembut dan presisi pada bibir, lengkap lewat kejutan kecil berupa ukiran logo Dior sebagai detail tersembunyi pada ujung stik.
|
|
Koleksi ini disebutnya sebagai buah hati terbarunya, sebuah rangkaian warna yang tidak hanya mempercantik area bibir, tetapi juga mengajak siapa pun untuk berani “bermain”. “Ada yang menyukai tampilan lebih gelap, ada yang ingin membentuk kontur bibir, ada pula yang menginginkan coverage penuh,” ujar Peter Philips, menggambarkan bagaimana setiap orang memiliki preferensi dan cara berbeda dalam menikmati makeup. Melalui pilihan warna dan tekstur yang beragam, ia menghadirkan ruang bagi setiap individu untuk mengeksplorasi tanpa merasa dibatasi. Ringan, tahan lama, dan hadir dalam 10 pilihan warna untuk masing-masing formula, koleksi terbaru ini menjadi bukti bagaimana Peter Philips terus membawa inovasi, kreativitas, dan riset panjang Dior Beauty ke dalam setiap kreasi. Percakapan pun berlanjut, mengungkap berbagai cerita di balik peluncuran Rouge Dior On Stage.

Peter Philips, Creative and Image Director Dior Makeup.
Di balik setiap produk Dior Beauty, ada proses riset yang panjang. Bagaimana prosesnya sebuah formula akhirnya dianggap siap dan layak untuk menjadi produk yang diluncurkan?
“Ada banyak tahapan dalam mengembangkan sebuah produk, dan semua melalui proses yang beragam. Setiap produk punya tantangannya sendiri. Terkadang kami membuat hingga 50 versi dari formula yang sama, lalu mengujinya bersama tim hingga tersisa satu formula yang benar-benar kami sepakati sebagai yang terbaik. Setelah itu, formula dibawa ke laboratorium untuk diterjemahkan ke berbagai warna dan diproduksi dalam skala yang lebih besar. Kali ini, untuk Rouge Dior, saya selalu meminta tim menunjukkan hasilnya pada dua warna yang sangat berbeda: merah, seperti pada shade 999, dan warna nude, seperti pada shade 100. Kalau formulanya bekerja dengan baik di keduanya, biasanya warna-warna lain di antaranya akan lebih mudah diolah. Lain halnya dengan foundation, ini jauh lebih kompleks. Kami memiliki 75 shade yang dipasarkan secara global, dan setiap shade telah diuji setidaknya sekitar 15 kali—bahkan ada yang sampai 25 atau 30 kali. Jadi, ketika sebuah produk akhirnya diluncurkan, itu bukan hanya soal formula yang bagus, tetapi hasil dari proses panjang yang telah melalui pengujian berulang di setiap tahap.”
Anda sempat menunjukkan detail kecil pada kemasan Rouge Dior, seperti tulisan pada aplikatornya. Apakah Anda juga terlibat langsung dalam merancang setiap detail dari packaging produk Dior Beauty?
“Ada beberapa yang saya ikut terlibat. Namun, saya selalu melihatnya dari sudut pandang seorang makeup artist. Saya bukan desainer kemasan, tetapi saya membuat sketsa rancangannya. Untuk Rouge Dior, misalnya, saya mengusulkan elemen kecil di bagian tutup yang bisa diganti untuk edisi terbatas. Saat itu kami mencari cara agar lipstik bisa lebih personal, misalnya untuk ukiran nama, dan saya berpikir, mengapa tidak membuat ‘topi’ kecil yang bisa diganti sesuai koleksi. Ide-ide kecil yang saya usulkan tentu tetap saya diskusikan bersama tim packaging. Tentu itu juga harus mendukung fungsi kemasannya karena setiap formula memiliki kebutuhan berbeda. Misalnya, untuk lipstik matte, Anda tidak bisa hanya membuat formulanya lalu memasukkannya begitu saja ke dalam kemasan. Setelah beberapa bulan, ketika dibuka, produknya bisa mengembang karena kandungan volatil dalam kemasan memengaruhi stabilitas formula. Hal yang sama juga berlaku pada lip gloss. Jika kemasannya tidak tepat, saat dibuka produknya bisa langsung menyembur keluar. Karena itu, ada formula yang membutuhkan kemasan benar-benar kedap udara, sementara ada juga yang tidak. Jadi proses pengembangan formula dan kemasan selalu berjalan bersamaan. Tantangannya, tim packaging dan pengembangan produk sering kali bekerja dengan jadwal yang berbeda. Koleksi makeup biasanya dikembangkan satu hingga dua tahun sebelumnya, sementara packaging memiliki waktu yang lebih singkat, sehingga semuanya harus tetap selaras. Bagi saya, semuanya adalah proses kolaborasi. Hal yang sama juga dilakukan bersama Jonathan Anderson dan koleksi mode Dior. Kami bekerja berdampingan untuk memastikan setiap elemen, mulai dari produk hingga kemasan, memiliki cerita yang sama.”

Mengapa saat ini menjadi waktu yang tepat untuk meluncurkan Rouge Dior dengan formula baru?
“Di Dior Beauty, sebuah produk tidak diluncurkan hanya karena ingin menghadirkan sesuatu yang baru. Saat menemukan formula yang tepat, di momen itulah produk tersebut siap diluncurkan. Banyak yang bertanya, mengapa dua formula sekaligus—matte dan ink blur matte—diluncurkan pada waktu yang sama. Jawabannya sederhana, keduanya selesai dikembangkan bersamaan, dan tidak ada alasan untuk memilih salah satunya karena keduanya memiliki kualitas yang sangat baik. Jadi, ini bukan selalu tentang strategi peluncuran. Lebih kepada, ketika sebuah produk sudah benar-benar siap, mengapa harus menunggu?”
Ketika menciptakan sebuah koleksi baru, sejauh mana inspirasi untuk menghadirkan tren kecantikan baru menjadi bagian dari proses kreatif?
“Setiap orang yang bereksperimen dengan makeup sebenarnya menciptakan kembali sesuatu yang baru. Konteksnya selalu berbeda—dari bentuk wajah, gaya, hingga gaya hidupnya juga berbeda. Jadi, lipstik warna merah yang sama bisa memiliki interpretasi baru ketika digunakan oleh individu yang berbeda. Pada akhirnya, tugasnya adalah memastikan tersedia berbagai pilihan yang bisa dimainkan dan dieksplorasi untuk menciptakan sesuatu yang personal. Itulah narasi emosi di balik makeup: mencoba, bereksperimen, dan tidak takut untuk bermain. Saya rasa tidak akan ada lagi satu tren yang mendominasi semuanya. Begitu banyak hal menarik yang terjadi di dunia kecantikan saat ini. It’s fantastic!”
|
|
Jika seseorang sedang memilih antara Rouge Dior On Stage Ink Blur Matte dan Rouge Dior On Stage Matte, bagaimana saran Anda untuk membantu mereka menentukan pilihan?
"Saya akan mulai dengan bertanya apa yang mereka harapkan dari sebuah produk. Apakah menyukai tampilan bibir klasik yang cantik? Apakah menikmati gestur menggunakan lipstik, termasuk sensasi membuka kemasan dan aplikatornya? Bagi banyak perempuan, detail kecil seperti itu juga menjadi bagian dari pengalaman makeup. Selain itu, penting untuk melihat kebiasaan penggunaan—apakah lebih nyaman dengan lipstik berbentuk stick atau formula cair, apakah suka membangun intensitas warna? Jika menginginkan pengalaman yang lebih sophisticated dan klasik, matte bisa menjadi pilihan. Namun, jika mencari sesuatu yang lebih praktis, mudah digunakan, dan fleksibel untuk dibangun sesuai keinginan, ink blur matte memberikan pengalaman yang berbeda. Keduanya memiliki kualitas yang sangat baik, dengan hasil tahan lama. Intinya, Anda tidak perlu terlalu stres dalam memilih. Nikmati saja prosesnya, karena produk ini benar-benar menjadi partner dalam mengekspresikan penampilan Anda.”
Bagaimana Anda mendefinisikan sosok perempuan melalui koleksi terbaru ini?
“Satu hal, saya merancang koleksi ini tidak hanya untuk perempuan yang trendi. Ada juga perempuan yang tidak ingin mengikuti tren, tetapi ingin tampil dan merasa cantik dengan cara mereka sendiri. Melalui koleksi ini, saya ingin menghadirkan beragam kombinasi warna dan tekstur yang bisa dieksplorasi oleh siapa pun. Proses kreatif selalu berangkat dari kualitas yang teruji, sekaligus mengajak perempuan dan siapapun yang tertarik pada riasan untuk mencoba tekstur dan warna yang berbeda, menikmati proses bermain dengan makeup, dan menemukan cara mereka sendiri dalam mengekspresikan kecantikan. Itulah filosofi saya tentang kecantikan dan perempuan.”



