2 September 2026
Gracie Abrams Pancarkan Aura "Ultimate Crush" dalam Parfum Terbaru Milik Chanel
PHOTOGRAPHY BY Doc. Chanel
Ada sesuatu dari Gracie Abrams yang membuat orang selalu ingin kembali mengenalnya, baik lewat musik ciptaannya maupun cara ia membawa dirinya sebagai seorang figur publik. Rangkaian lirik lekat akan kejujuran, serta keberaniannya memperlihatkan sisi-sisi rapuh yang kerap disembunyikan banyak orang, membuat setiap kata terasa dekat dan personal. Mendengarkan musiknya bak membuka halaman sebuah diari. Bermula dari lagu I Miss You, I’m Sorry yang menjadi titik awal perjalanan fenomenalnya, hingga Look at My Life dari album terbarunya yang berjudul Daughter from Hell; penyanyi sekaligus penulis lagu asal California, Amerika Serikat, ini membangun kedekatan dengan para pendengarnya—bukan melalui sosok perempuan sempurna, melainkan lewat emosi manusiawi dan mengena di hati penikmat musik. Di tengah lanskap musik folk-pop yang terus berkembang, Gracie Abrams menjelma sebagai salah satu figur perempuan paling menonjol dari generasi bedroom pop. Kepiawaiannya dalam merangkai lirik dan melodi membawanya meraih nominasi Grammy kategori Best New Artist dua tahun silam. Namun, daya tariknya tak berhenti pada musik semata. Dengan karakter yang lembut namun tegas, peka tetapi tetap penuh keyakinan, ia menghadirkan definisi baru tentang sosok cool girl—autentik, percaya diri, dan nyaman dengan setiap lapisan emosi yang membentuk dirinya. Gracie Abrams merepresentasikan perempuan modern yang tidak menyembunyikan kerentanannya, melainkan menjadikannya bagian dari kekuatan. Ada pesona alami yang membuatnya terasa seperti the ultimate crush—seseorang yang memikat lewat karakter, karya, dan kisahnya, tanpa pernah terlihat berusaha menjadi pusat perhatian. Justru ketenangan itulah yang membuat siapa pun sulit berpaling. Maka, ketika Chanel memilihnya sebagai égérie untuk kreasi parfum terbarunya, Crush Absolu, keputusan itu terasa begitu selaras, seolah dua kepingan puzzle yang memang ditakdirkan untuk saling melengkapi.
|
|
|
|
|
|
|
|
Selaras dengan persona Gracie Abrams, Crush Absolu hadir sebagai sebuah afirmasi diri—pengalaman olfaktori yang membangkitkan emosi sejak semprotan pertama. Diracik oleh Olivier Polge, interpretasi terbaru dari lini Coco Mademoiselle ini mengeksplorasi permainan kontras antara kesegaran dan intensitas. Nuansa leci dan grapefruit membuka komposisi dengan kesan cerah yang berkilau, lalu bertransformasi menuju kedalaman woody dan amber yang menghadirkan karakter lebih tegas. Di antaranya, mawar dan jasmine merekah perlahan, memancarkan feminitas yang elegan, sementara sentuhan vanilla dan vetiver menyempurnakan komposisi dengan kehangatan yang kaya dan berlapis.
Chanel Crush Absolu.
Layaknya aromanya yang menyimpan beragam dimensi, presentasi visual Crush Absolu pun berbicara dalam bahasa yang sama. Botolnya mempertahankan siluet geometris ikonis khas Coco Mademoiselle, lengkap dengan tutup yang terinspirasi dari aerial view Place Vendôme di Paris serta material kaca transparan yang membingkai cairan berwarna soft pink. Sentuhan kontras hadir melalui label hitam beraksen keemasan—sebuah elemen desain yang telah menjadi kekhasan kreasi mode ikonis Gabrielle Chanel. Setiap detailnya merefleksikan kompleksitas dalam bentuk terbaik: elegan, berani, sekaligus bebas berekspresi—nilai yang senantiasa menjadi inti dari Chanel. Semangat itulah yang kemudian terungkap lebih jauh dalam percakapan eksklusif ELLE Indonesia bersama Gracie Abrams berikut.
Parfum Chanel kerap identik dengan warisan, narasi, dan figur berkarakter. Bagaimana rasanya menjadi égérie yang membuka babak baru dalam perjalanan koleksi Coco Mademoiselle terbaru?
“Merupakan sebuah kehormatan besar bagi saya, dan menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bisa melangkah masuk ke dalam dunia Coco. Parfum ini memiliki sesuatu yang begitu memikat dan sangat mencerminkan esensi khas Chanel, sehingga saya tidak bisa menahan diri untuk merasa lebih percaya diri dan lebih nyaman menjadi diri sendiri.”
Bagi mereka yang baru ingin menelusuri Crush Absolu, ceritakan pengalaman emosional yang hadir saat pertama kali Anda mencium aromanya.
“Aroma dari parfum ini memiliki begitu banyak sisi. Ia lembut sekaligus kuat, romantis sekaligus berkarakter tegas. Ada kontras yang begitu nyata di setiap lapisannya; terkadang ia menghadirkan sisi lembut dan reflektif. Namun, selalu ada aliran deras rasa berani, sesuatu yang begitu memikat bagi saya. Saat pertama kali menciumnya, saya langsung tahu bahwa parfum ini akan menemani dalam babak baru kehidupan saya, seperti teman perjalanan dalam setiap langkah. Ia membuat saya merasa siap menyambut apa pun yang ada di depan.”
Bagaimana Crush Absolu memengaruhi cara Anda mengekspresikan diri, baik dalam peran Anda sebagai seorang penyanyi maupun dalam momen-momen kecil yang lebih personal dalam keseharian Anda?
“Saat memakainya, saya merasakan tambahan rasa percaya diri hanya dalam hitungan detik. Aromanya segera menjadi bagian dari ritual saya sebelum naik ke atas panggung maupun sebelum meninggalkan rumah. Ia segera menjadi bagian dari isi setiap tas yang saya bawa.”
Dari perjalanan mengenal Chanel hingga menjadi bagian dari kisah baru bertajuk Crush Absolu, momen apa yang terasa paling dekat dan bermakna bagi Anda sebagai seorang perempuan?
“Kolaborasi ini terasa begitu personal karena sejak kecil saya sudah menyadari pesona ikonis dari koleksi parfum Chanel, dan jajaran perempuan yang telah menghadirkan Coco Mademoiselle melalui tiap babaknya adalah sosok- sosok yang saya kagumi. Karakter Coco adalah seseorang yang kuat, penuh rasa ingin tahu, dan memiliki jiwa petualang. Saya menyukai orang-orang seperti itu. Mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan sosok yang menjalani hidup dengan cara tersebut adalah sebuah anugerah, dan dapat berkolaborasi dengan para seniman luar biasa yang menghidupkan kampanye ini benar-benar seperti sebuah mimpi. Saya merasa sangat bangga dapat bekerja bersama Chanel.”








