BEAUTY

24 Maret 2026

Deretan Gawai Perawatan Kecantikan 2026: Teknologi Mutakhir dalam Desain Compact


Deretan Gawai Perawatan Kecantikan 2026: Teknologi Mutakhir dalam Desain Compact

Ireen Tabolova (Viva) photography by Fany Latour Lambert for ELLE Indonesia March 2026; styling Charles Varenne; makeup Peter Philips; hair Sebastien Bascle

Bayang-bayang futuristik kian nyata, menemani sensasi teknologi yang semakin praktis dan mudah diakses. Sederet perangkat perawatan teranyar di dunia estetika kecantikan, didampingi teknologi berdesain compact melaju cepat di sepanjang 2026.

SKINBOOSTERS JET


Mengandalkan teknologi jet bertekanan tinggi, treatment ini memungkinkan penetrasi bahan aktif ke lapisan kulit tanpa menggunakan jarum. Bayangkan saja, khasiat formulasi hyaluronic acid dan nutrisi esensial lainnya bisa langsung dirasakan tanpa adanya proses injeksi yang menakutkan. Tentu saja, perawatan menjadi lebih nyaman karena minimnya risiko. Ini jelas sebuah kabar baik yang mendukung laju tren beauty tech. Namun, alat ini masih memerlukan tenaga profesional untuk pengoperasiannya. Walaupun dirancang cukup compact dibandingkan alat estetika pada umumnya, proses pemetaan wajah—yang mencakup penentuan titik aplikasi, kedalaman penetrasi, serta dosis serum aktif—membuat alat ini tergolong kompleks dalam pengoperasiannya. Teknologinya bekerja dengan cara menembakkan serum dalam partikel mikro langsung ke lapisan kulit, memungkinkan penyerapan optimal tanpa melukai permukaan kulit. Saat diaplikasikan, alat digerakkan secara presisi dan berulang pada area target, menciptakan distribusi bahan aktif yang merata sekaligus merangsang sirkulasi mikro. Sensasi sejuk dan tekanan ringan yang nyaman akan dirasakan selama proses berlangsung. Hasilnya, kulit terhidrasi sehingga lebih kenyal dan segar, sedangkan serumnya mendukung kulit regenerasi secara alami dan optimal. Pengalaman relaksasi menjadi keunggulan utama, di mana estetika dan wellness berpadu dan kini ditawarkan dalam satu rangkaian perawatan menyeluruh.

SCAR BEAUTY DEVICE


Kulit mulus dan bekas luka yang tersamar merupakan dambaan banyak perempuan. Tahun 2026 ini, mimpi itu boleh jadi terwujud berkat perangkat teranyar dari Kolmar Korea, produsen kosmetik asal Korea Selatan. Perangkat estetika canggih yang meraih Best of Innovation di kategori Beauty Tech and Digital Health pada ajang CES 2026 mengusung teknologi berbasis AI. Peran AI di alat compact ini cukup signifi kan untuk menganalisaluka dan mengklasifi kasikannya secara presisi. Caranya cukup canggih karena memanfaatkan AI untuk menentukan salah satu dari 12 tipe luka. Dari situ, sistem piezoelektrik micro-dispensing—di mana formulasi diubah ke volume butiran sangat kecil—menyalurkan dua formulasi sekaligus. Formulasi pertama bekerja sebagai perawatan kulit yang menstimulasi kolagen, regenerasi kulit, perbaikan warna, pengurangan kerutan, dan penyembuhan lebih cepat. Formulasi kedua menyesuaikan bekas luka dengan rona kulit lewat 180 pilihan pigmen, memberikan coverage layaknya riasan secara instan dan fi nishing yang lembut di kulit. Desainnya yang compact dan ringan, ditambah integrasi BLE 5.0, membuat SCAR bisa digunakan di rumah maupun untuk layanan tele-dermatologi. Digadanggadang, perangkat canggih ini akan tersedia di pasar pada pertengahan 2026, membuka babak baru dalam inovasi techliving bergenre kecantikan.

HYPER REJUVENATING EYE PATCH


Masker bawah mata kini menjadi salah satu langkah penting dalam rutinitas perawatan kulit, terutama bagi mereka yang berusia di atas 30 tahun yang memerlukan metode lebih intensif. Kelelahan yang membuat bayangan gelap, tanda-tanda penuaan seperti garis halus, kurangnya stimulasi kolagen, menjadi sejumlah masalah. Menjawab kebutuhan ini, teknologi berbasis AI dikembangkan khusus untuk area bawah mata. Di penghujung 2025, Hyper Rejuvenating Eye Patch diperkenalkan sebagai perangkat hasil pengembangan terbaru dari LG, dan kata “rejuvenating” tentu menjadi daya tarik tersendiri, membuat banyak orang menantikan kehadirannya di pasaran. Alat tersebut menawarkan pendekatan perawatan yang menggabungkan analisis kulit personal dengan terapi cahaya yang disesuaikan. Interface biomimetic patch ultra-tipis dan fleksibel ini menyalurkan terapi red light ke setiap zona mikro di bawah mata, sambil menginfuskan formulasi topikal yang menutrisi kulit. Kombinasi teknologi dan bahan aktif membantu menyamarkan garis halus, mengurangi lingkaran gelap, serta memudarkan bengkak di area bawah mata. Desainnya menyerupai kombinasi bandana sebagai pusat kontrol dan masker bawah mata futuristik dengan ketebalan kurang dari 1 milimeter, lengkap dengan aplikasi yang terhubung ke ponsel untuk menganalisis dan menampilkan kondisi kulit secara real-time. Praktis dan wearable, alat ini menawarkan opsi bagi rutinitas harian.

IPOLISH SMART NAILS


Saat membahas perangkat ini, yang langsung terlintas adalah cuplikan dari film bergenre sci-fi: The Fifth Element (1997), di mana Milla Jovovich memegang alat kecil yang mampu mengubah warna cat kuku secara instan. Bayangan futuristik itu terasa sangat relevan ketika melihat teknologi PressOn Smart Nails, yang membawa inovasi serupa ke dunia nyata. Dengan kemampuan mengganti polesan kuku secara instan hingga 400 pilihan warna, gagasan tentang dunia kecantikan bergaya futuristik akhirnya terealisasikan hampir dua dekade setelahnya. Revolusi ini bekerja mirip kuku palsu tempel konvensional, namun yang membedakannya adalah teknologi untuk mengganti warna hanya dalam beberapa detik, tanpa harus melepaskan kuku palsu. Selain perangkat iPolish itu sendiri, disediakan juga rangkaian kuku palsu khusus yang memiliki opsi material dari akrilik, resin, hingga gel, serta lem khusus. Pengguna cukup memasukkan jari satu per satu ke perangkat dan mengendalikan semuanya lewat ponsel. Polesan warnanya bereaksi instan terhadap perintah dari aplikasi, sehingga warna bisa berganti seketika. Lapisan tipis paling atasnya dirancang untuk menerima sinyal digital, dan beberapa versi bahkan memanfaatkan LED-mikro atau pigmen elektronik, sehingga pergantian warna menjadi lebih presisi dan mudah disesuaikan dengan palet penampilan. Sedangkan, saat ingin dilepas, kuku dapat direndam dalam air hangat dan sabun selama 10 hingga 15 menit.

MASTER AI MULTI-THERAPY REJUVENATION POD


Kembali ke kata magis “rejuvenate” dalam dunia kecantikan, Master AI Multi-Therapy Rejuvenation Pod memadukan berbagai teknologi terapi dalam satu sistem, memungkinkan pengguna mendapatkan perawatan seperti di spa profesional tanpa harus keluar rumah. Berwujud single sofa yang nyaman, pod ini akan menganalisis kondisi kulit mulai dari hidrasi, tekstur, hingga tanda-tanda penuaan, lalu menyesuaikan kombinasi terapi yang paling sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Berbagai perawatan tersedia, terapi cahaya untuk merangsang kolagen, stimulasi sel untuk regenerasi, dan aplikasi serum yang dipersonalisasi. Desain yang minimalis juga membuat pengalaman terasa premium, sementara interface cerdas memudahkan pengaturan setiap langkah perawatan. Lewat pendekatan multi-terapi otomatis ini, Master AI Pod menekankan perawatan kulit yang efi sien, menyeluruh, dan relevan dengan gaya hidup modern. Selain itu, pengguna bisa memantau progres perawatan dan perubahan kondisi kulit secara berkala, membuat pod ini tidak hanya menghadirkan hasil instan, tapi juga memberikan wawasan lebih dalam tentang pola kesehatan kulit dan kebutuhan spesifi k setiap individu. Dengan pendekatan ini, Master AI Pod berhasil menggabungkan teknologi, data, dan kenyamanan menjadi pengalaman perawatan kulit yang lebih cerdas, terukur, dan relevan dengan gaya hidup modern.

RED LIGHT THERAPY HELMET


Stres, perubahan hormon, dan faktur gaya hidup kerap menjadi pemicu kerontokan rambut, terlebih bagi mereka yang hidup di kota-kota besar. Beberapa alternatif memang sudah tersedia di pasaran—dari yang invasif sampai non-invasif. Seiring berkembangnya teknologi, muncul alternatif baru non-invasif seperti red light therapy helmet. Perangkat yang dijadikan upaya tambahan transplantasi untuk menjaga mahkota Anda ini memanfaatkan cahaya merah berintensitas rendah yang diarahkan langsung ke kulit kepala, dengan tujuan membantu merangsang folikel rambut dan mendukung sirkulasi darah. Pendekatannya berangkat dari terapi cahaya yang sudah lama dikenal di ranah medis, juga pada dunia estetika—kerap digunakan untuk kulit wajah. Cara kerja alat ini bertumpu pada prinsip photobiomodulation, yaitu pemanfaatan cahaya merah atau nearinfrared dengan panjang gelombang tertentu untuk menstimulasi sel. Alih-alih memaksa tubuh, perangkat ini bekerja dengan mendukung fungsi alaminya. Ia tidak menciptakan folikel baru, melainkan membantu pertumbuhan folikel aktif secara optimal. Dirancang sebagai perangkat at home-use, helm ini terasa relevan dengan gaya hidup 2026 yang selaras dengan rutinitas perawatan yang menekankan konsistensi serta relaksasi. Merefleksikan arah laju baru dunia perawatan rambut yang semakin personal, namun kaya akan teknologi mutakhir.